Senin, 20 Mei 2013

Sinar Matahari & Kerusakan Kulit

Kulit melindungai tubuh dari sinar matahari. Sinar matahari merupakan sumber radiasi ultraviolet yang bisa merusak sel-sel tubuh.
Pemaparan berlebihan dalam waktu singkat menyebabkan luka bakar karena matahari.
Pemaparan jangka panjang menyebabkan penebalan lapisan kulit paling atas (epidermis) dan peningkatan pembentukan pigmen (melanin) oleh sel-sel penghasil pigmen (melanosit).
Melanin merupakan zat pelindung alami yang menyerap energi dari sinar ultraviolet dan mencegah masuknya sinar ke jaringan yang lebih dalam.

Kepekaan terhadap sinar matahari bervariasi, tergantung kepada ras/bangsa, pemaparan sebelumnya dan keadaan kulit secara keseluruhan.
Orang berkulit gelap memiliki lebih banyak melanin sehingga lebih tahan terhadap efek matahari yang berbahaya (termasuk luka bakar karena matahari, penuaan kulit dini dan kanker kulit).
Orang kulit putih tidak memiliki melanin di dalam kulitnya dan bisa mengalami luka bakar yang serius meskipun hanya mengalami sedikit pemaparan. Jika tidak memakai pelindung, bisa terjadi kanker kulit.
Penderita vitiligo memiliki bercak-bercak kulit yang tidak menghasilkan melanin, karena itu bisa mengalami luka bakar karena matahari yang cukup berat.


LUKA BAKAR KARENA MATAHARI

Luka bakar karena matahari terjadi akibat pemaparan sinar ultraviolet B (UVB) yang berlebihan.
Gejala yang timbul tergantung kepada pigmen kulit yang dimiliki dan banyaknya pemaparan; kulit menjadi merah, membengkak dan terasa nyeri dalam 1 jam sampai 1 hari setelah pemaparan. Lalu terbentuk lepuhan-lepuhan dan kulit bisa mengelupas.
Beberapa penderita mengalami demam, menggigil dan lemah; dan pada luka bakar hebat bisa terjadi syok.

Pencegahan
Cara terbaik untuk mencegah kerusakan kulit akibat sinar matahari adalah menghindari sinar matahari yang kuat secara langsung.
Pakaian dan kaca jendela yang biasa bisa menyaring sinar-sinar yang bersifat merusak.
Air bukan penyaring sinar ultraviolet yang baik, demikian juga halnya dengan awanatau kabut (seseorang bisa mengalami luka bakar karena matahari pada saat hari mendung atau berkabut).
Salju, air dan pasir memantulkan sinar matahari sehingga menambah jumlah sinar UV yang mencapai kulit.

Sebelum terpapar sinar matahari yang kuat, sebaiknya gunakan tabir surya, bisa berupa salep atau krim yang mengandung bahan kimia yang melindungi kulit dengan cara menyaring sinar UVA dan UVB. Banyak tabir surya yang juga bersifat waterproof (tahan air).
Jenis tabir surya yang banyak ditemukan dan efektif adalah yang mengandung asam para aminobenzoat (PABA, para-aminobenzoic-acid).
Sebaiknya tabir surya digunakan 30-45 menit sebelum berenang atau bepergian agar zat kimia terikat kuat ke kulit.
Kadang tabir surya yang mengandung PABA bisa mengiritasi kulit dan pada beberapa orang bisa menyebabkan reaksi alegi.

Jenis tabir surya lainnya mengandung zat kimia yang disebut benzofenon.
Banyak tabir surya yang mengandung PABA dan benzofenon atau zat kimia lainnya; kombinasi ini memberikan perlindungan terhadap sinar UV dalam rentang yang lebih luas.
Tabir surya lainnya mengandung penghalang fisik seperti seng oksida atau titanium dioksida; salep putih yang kental ini melindungi kulit dari sinar matahari dan bisa digunakan di daerah sensitif yang tidak terlalu luas (misalnya hidung dan bibir).

Kekuatan tabir surya dikelompokkan berdasarkan angka SPF (sun protection factor); makin tinggi angka SPFnya maka makin kuat perlindungannya.
Tabir surya dengan SPF 15 atau lebih bisa menghalangi sebagian besar sinar UV Kebanyakan tabir surya cenderung hanya menghalangi sinar UVB meskipun sinar UVA juga bisa menyebabkan kerusakan kulit.
Saat ini ada beberapa tabir surya terbaru yang efektif dalam menghalangi sinar UVA.

Pengobatan

Kesemutan atau kemerahan merupakan pertanda harus segera menghindari sinar matahri.
Kompres air dingin bisa menenangkan kulit yang panas, demikian pula halnya dengan lotion atau salep.
Tablet corticosteroid bisa mengurangi peradangan dan nyeri.

Luka bakar karena matahari akan mulai membaik dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari, tetapi penyembuhan total baru terjadi dalam beberapa minggu kemudian.
Luka bakar di tungkai bawah (terutama di daerah tulang kering) cenderung menimbulkan rasa tidak nyaman dan penyembuhannya lambat.
Permukaan kulit yang jarang terkena sinar matahari bisa mengalami luka bakar hebat karena hanya memiliki sedikit pigmen. Contohnya adalah kulit yang tertutup oleh pakaian renang, kaki dan pergelangan tangan yang tertutup oleh jam tangan.

Kulit yang rusak karena sinar matahari tidak mampu menghalangi terjadinya infeksi dan jika terjadi infeksi maka penyembuhannya akan lebih lama.
Jika perlu, bisa diberikan antibiotik.

Setelah kulit yang terbakar mengelupas, lapisan yang baru terbentuk biasanya tipis dan pada awalnya sangat peka terhadap sinar matahari.
Daerah ini akan tetap sangat peka terhadap sinar matahari selama beberapa minggu.


EFEK JANGKA PANJANG DARI SINAR MATAHARI

Pemaparan sinar matahari selama bertahun-tahun menyebabkan penuaan kulit, tetapi yang paling merusak adalah pemaparan sebelum usia 18 tahun.

Kerusakan pada lapisan kulit yang lebih dalam menyebabkan keriput dan perubahan warna menjadi kuning.
Sinar matahari juga menyebabkan penipisan kulit dan bisa merangsang pertumbuhan prekanker (keratosis aktinik, keratosis solaris). Pertumbuhan ini tampak sebagai daerah bersisik dan berlapis-lapis yang tidak membaik; juga warnanya menjadi lebih gelap atau kelabu serta teraba keras.
Terlalu lama berada dibawah sinar matahari langsung bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker kulit (karsinoma sel skuamosa, karsinoma sel basal dan melanoma maligna).


Pengobatan
Kunci dari pengobatan adalah menghindari sinar matahari; tetapi kerusakan yang telah terjadi tidak dapat diperbaiki.
Krim pelembab dan makeup bisa menyembunyikan keriput.
Kadang digunakan zat kimia pengelupas yaitu asam alfa hydroxy dan tretinoin untuk mencegah kerusakan jangka panjang, terutama pada keriput yang tipis dan pigmentasi ireguler.

Pertumbuhan prekanker bisa berkembang menjadi kanker kulit.
Keratitis aktinik atau keratitis solaris biasanya bisa diangkat melalui pembekua dengan larutan nitrogen; tetapi jika pertumbuhannya terlalu banyak bisa digunakan larutan atau salep yang mengandung fluorourasil.




REAKSI FOTOSENSITIVITAS KULIT

Diperlukan waktu beberapa saat untuk terjadinya luka bakar dan kerusakan kulit karena matahari, tetapi beberapa orang memiliki reaksi yang tidak biasa yang terjadi setelah hanya beberapa menit berada dibawah sinar matahari.
Reaksi ini berupa kemerahan, pengelupasan kulit, kaligata, lepuhan-lepuhan dan bercak-bercak penebalan yang bersisik.
Banyak faktor yang mendukung terjadinya kepekaan terhadap sinar matahari (fotosensitivitas).

Penyebab yang paling sering ditemukan adalah pemakaian obat-obat tertentu (misalnya beberapa antibiotik, diuretik dan obat anti-jamur).
Reaksi fotosensitivitas juga bisa terjadi karena pemakaian obat, minyak wangi, batubara yang digunakan untuk mengobati ketombe dan eksim serta bahan-bahan yang terkandung dalam tanaman.
Penyakit tertentu (misalnya lupus eritematosus sistemik dan porfiria) juga bisa menyebabkan reaksi fotosensitivitas.

Pencegahan & pengobatan

Kepekaan yang berlebihan terhadap sinar matahari harus diatasi dengan menggunakan pakaian pelindung, sebanyak mungkin menghindari sinar matahari dan menggunakan tabir surya.

Kadang pemakaian hydroxychloroquin jangka panjang bisa mencegah terjadinya reaksi fotosensitivitas dan corticosteroid per-oral (melalui mulut) bisa mempercepat penyembuhannya.
Untuk jenis fotosensitivitas tertentu, pengobatannya bisa terdiri dari pemberian psoralen dan pemaparan kulit dengan sinar UVA; tetapi hal ini tidak dapat dilakukan pada penderita lupus eritematosus sistemik.

Kerusakan Kulit akibat Sinar Matahari

Sinar ultraviolet : sinar ultraviolet, meskipun tidak dapat dilihat oleh mata manusia, merupakan bagian dari sinar matahari yang sangat berpengaruh pada kulit. Sinar UV dikelompokkan ke dalam 3 jenis, ultraviolet A (UVA), Ultraviolet B (UVB), dan ultraviolet C (UVC), tergantung pada panjang gelombang.

Sinar UV dalam jumlah kecil bermanfaat karena membantu tubuh menghasilkan Vitamin D. Meskipun begitu, sinar UV dalam jumlah besar merusak asam deoxyribonucleid (DNA-bahan genetika tubuh) dan merubah jumlah dan jenis kimia yang membuat sel kulit. Perubahan ini bertanggungjawab untuk mempengaruhi kerusakan pada sinar UV, termasuk pembakaran, penuaan kulit premature, berkerut, dan kanker kulit. Meskipun UVA menembus ke dalam kulit, UVB bertanggungjawab lebih untuk mempengaruhi kerusakan sinar UV.

Jumlah sinar UV yang mencapai permukaan bumi menjadi meningkat, khusunya pada geografis bagian utara. Peningkatan tersebut disebabkan penipisan pada lapisan teratas pelindung ozon pada atmosfer. Ozon, secara alami terjadi secara kimia, menghalangi sinar UV dalam jumlah besar mencapai permukaan bumi. Reaksi kimia antara ozon dan chlorofluprocarbon (bahan kimia pada pendingin dan spray dapat terbakar) menghabiskan jumlah ozon pada lapisan pelindung ozon. Jumlah sinar UV yang mencapai permukaan bumi juga bermacam-macan tergantung pada faktor yang lain. Sinar UV lebih keras antara jam 10 pagi dan 3 siang, pada musim panas, dan pada geografis yang tinggi. Asap dan kabut menyaring keluar sinar UV dalam jumlah banyak, namun sinar UV bisa melalui cahaya awan, kabut, dan sekitar 1 kaki dari air bersih.



Perlindungan alami : kulit mengalami perubahan tertentu ketika terkena sinar matahari langsung untuk menghindari kerusakan. Epidermis menebal (lapisan kulit paling atas), menghalangi sinar matahari. Melanocytes (pigmen-menghasilkan sel kulit) meningkatkan jumlah melanin, yang menghitamkan kulit, menghasilkan warna coklat. Melanin menyerap energi sinar UV dan membantu mencegah sinar merusak sel kulit dan menembus ke dalam jaringan.

Kepekaan terhadap berbagai sinar matahri tergantung pada jumlah melanin pada kulit. Orang berkulit lebih hitam memiliki lebih banyak melanin dan oleh karena itu memiliki perlindungan yang lebih besar melawan efek sinar matahari yang sangat berbahaya, meskipun mereka masih mudah diserang pada beberapa tempat lainnya. Jumlah melanin yang terdapat pada kulit seseorang tergantung pada keturunan seperti jumlah terpapar matahari langsung baru-baru ini. Beberapa orang bisa menghasilkan melamin dalam jumlah besar dalam merespon sinar UV, yang lainnya bisa dalam jumlah yang sangat sedikit Orang dengan albino dilahirkan tanpa atau sedikit melamin.

Sinar matahari dan kerusakan kulit : terkena langsung sinar matahari membuat kulit menua premature. Terkena sinar matahari langsung bertanggungjawab terhadap kerutan, halus dan kasar, pigmentasi yang tak teratur, kemerahan, dan bertekstur kasar pada kulit yang terekspos. Meskipun orang dengan kulit kuning langsat lebih aman, kulit siapapun akan berubah dengan paparan yang cukup.

Kena sinar matahari langsung berlebihan yang dialami orang, berisiko tinggi pada kanker kulit, termasuk sel carcinoma squamous, sel carcinoma basal, dan melanoma malignant.

PENGOBATAN

Kunci untuk meminimalisasi kerusakan yang dipengaruhi matahari adalah menghindari terkena sinar matahari langsung yang lama. Kerusakan yang telah terjadi sulit untuk dikembalikan. Krim pelembab dan makeup membantu menyembunyikan kerutan. Chemical peels, asam alpha-hydroxy, krim tretinoin, dan pelapisan kembali dengan laser kulit Bisa mempengaruhi terlihatnya kerutan halus dan irregular pigmentation. Kerut dalam dan kerusakan substantial kulit, meskipun begitu, membutuhkan pengobatan yang signifikan untuk perbaikan.


Actinic Keratoses: Pertumbuhan prakanker

Actinic keratoses (solar keratoses) adalah pertumbuhan sebelum kanker yang disebabkan terkena sinar matahari langsung dalam waktu lama. Pertumbuhan ini biasanya berwarna kemerahan atau merah dan tampak kering, daerah bersisik. Bisa berwarna abu-abu terang atau kecoklatan dan terasa tebal, kasar atau berpasir. Kulit di sekitarnya seringkali tampak tipis.

Actinic keratoses biasanya bisa diangkat dengan membekukan mereka dengan cairan nitrogen (cryotherapy) ; meskipun begitu, jika seseorang memiliki terlalu banyak pertumbuhan, krim cair mengandung fluoroucacil bisa dioleskan. Seringkali, selama pengobatan, kulit sementara waktu terlihat buruk karena fluoroucacil menyebabkan kemerahan, scaling, dan pembakaran keratoses dan pada sekitar kulit rusak karena matahri.

Obat yang relatif baru, imiquimod, sangat berguna dalam pengobatan actinic keratoses karena hal itu membantu sistem kekebalan untuk mengenali dan menghancurkan pertumbuhan kanker kulit.

Luka Bakar Matahari (Sunburn)

Luka bakar diakibatkan dari terlalu terkena sinar ultraviolet (UV) yang singkat (akut). Jumlah cahaya matahari yang diperlukan untuk menghasilkan sengatan berbeda-beda dengan pigmentasi dan kemampuan tiap-tiap orang untuk menghasilkan lebih banyak melamin.

Sengatan sinar matahari mengakibatkan kulit kemerahan yang menyakitkan. Sengatan sinar matahari yang berat bisa menghasilkan bengkak dan lepuhan. Gejala-gejala bisa terjadi secepatnya 1 jam setelah terkena dan biasanya mencapai puncaknya dalam 3 hari. Beberapa orang yang mengalami sengatan sinar matahari berat mengalami demam, panas-dingin, dan kelemahan dan bahkan pada saat yang langka bisa menjadi syok (ditandai dengan tekanan darah yang sangat rendah, pusing, dan sangat lemah). Beberapa hari setelah sengatan sinar matahari, orang dengan kulit cukup normal bisa mengalami pengelupasan pada daerah yang tersengat, biasanya disertai dengan rasa gatal. Daerah mengelupas ini bahkan lebih peka terhadap sengatan sinar matahari untuk beberapa minggu. Orang yang telah mengalami sengatan sinar matahari ketika muda berada pada resiko yang besar pada kanker kulit pada tahun-tahun kemudian bahkan jika mereka tidak terkena sinar matahari dalam jangka waktu yang lama.

PENGOBATAN

Kompres air dingin bisa menyejukkan kulit yang terbakar, daerah yang panas, seperti yang pelembab bisa lakukan tanpa anestesi atau parfum yang kemungkinan bisa mengiritasi atau membuat kulit sensitive. Salep atau lotion mengandung anestesi local (misalnya, benzocaine) sementara meringankan nyeri tetapi harus dihindari karena kadangkala memicu reaksi alergi. Tablet kortikosteroid juga bisa membantu meringankan peradangan tetapi digunakan hanya untuk luka bakar yang sangat serius. Krim antibiotik untuk luka bakar khusus diperlukan hanya untuk lepuhan berat. Kebanyakan lepuhan karena sengatan sinar matahari pecah dengan sendirinya tidak perlu dipecahkan atau dikeringkan. Kulit yang terbakar sinar matahari jarang menjadi terinfeksi, tetapi jika infeksi terbentuk, penyembuhan kemungkinan tertunda. Seorang dokter bisa memastikan tingkat keparahan pada infeksi dan meresepkan antibiotik jika diperlukan.

Kulit yang terbakar sinar matahari sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari, tetapi penyembuhan sempurna bisa memerlukan waktu mingguan. Setelah kulit yang terbakar mengelupas, lapisan yang baru terkena tipis dan sangat peka terhadap sinar matahari dan harus dilindungi untuk beberapa minggu.

PENCEGAHAN

Penghindaran : yang terbaik-dan yang paling jelas-cara untuk mencegah sinar matahari yang merusak adalah menghindari sinar matahari yang kuat dan langsung. Jika kontak dengan matahari tidak bisa dihindari, orang tersebut harus mencari tempat berteduh secepat mungkin, menutupi dengan pakain pelindung ulta violet, menggunakan tabir surya, topi, dan kacamata pelindung-UV. Kebanyakan benda bisa menyaring atau menghambat radiasi UV tetapi kebanyakan tidak. Pakaian, jendela kaca biasa, asap, dan saringan kabut kebanyakan sinar yang merusakkan. Meskipun begitu, air buka saringan yang baik. Sinar UVA dan UVB bisa menembus kaki (sekitar 30 cm) pada air jernih. Awan dan kabut juga bukan saringan sinar UV yang baik-seseorang bisa tersengat sinar matahari pada hari yang berawan dan berkabut. Salju, air, dan pasir memantulkan sinar matahari, memperbesar jumlah sinar UV yang mencapai kulit. Orang juga tersengat lebih cepat pada permukaan yang tinggi, dimana udara yang tipis membuat sinar UV yang menyengat mencapai kulit.

Pelindung sinar matahari : sebelum terkena sinar matahari yang kuat secara langsung, seseorang harus menggunakan pelindung sinar matahari, salep atau krim yang mengandung bahan yang melindungi kulit dengan menyaring sinar Ultra Violet. Penyaring sinar matahari yang lebih lama cenderung menyaring hanya sinar UVB, tetapi kebanyakan pelindung sinar matahari yang lebih baru sekarang ‘full spectrum’ dan secara efektif menyaring sinar UVA dengan baik.

Pelindung sinar matahari mengandung zat-zat, seperti asam para-aminobenzoic (PABA) dan benzophenone, yang menyerap sinar UV. Karena PABA tidak segera mengikat kulit dengan kuat, pelindung sinar matahari mengandung PABA harus digunakan 30 menit sebelum pergi keluar dibawah matahari atau menuju air. PABA bisa melukai kulit atau menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang. Kebanyakan pelindung sinar matahari mengandung keduanya baik PABA dan benzophenone atau bahan kimia lain. Kombinasi pelindung sinar matahari ini menyediakan perlindungan dari jarak cakupan luas sinar UV. Kebanyakan pelindung sinar matahari diakui baik tahan air atau resistan air, tetapi kebanyakan hal ini meskipun demikian lebih sering diperlukan untuk digunakan diantara orang yang berenang atau berkeringat.

Pelindung sinar matahari lainnya, disebut penghambat sinar matahari, mengandung penghalang fisik seperti zinc oxide atau titanium dioxide. Salep tebal dan putih ini kebanyakan menghambat semua sinar matahari dari kulit dan bisa digunakan pada daerah yang kecil dan sensitive, seperti hidung dan bibir. Beberapa kosmetik mengandung zinc oxide atau titanium dioxide. Sunblock formula terbaru memiliki lebih banyak ketebalan dan warna yang memuaskan, yang membuat mereka dapat dikombinasikan dengan penghambat kimia tradisional lainnya dengan demikian menghasilkan bahkan lebih banyak pelindung sinar matahari untuk formulasi yang diberikan.

Pelindung sinar matahari dinilai dengan faktor angka pelindung sinar matahari (SPF)-semakin tinggi angka SPF, semakin tinggi perlindungannya. Pelindung sinar matahari dinilai antara 2 dan 12 menghadirkan beberapa perlindungan; mereka yang dinilai antara 13 dan 298 menghadirkan perlindungan yang baik; mereka yang dinilai 30 dan diatasnya menghadirkan perlindungan maksimal. SPF tersebut, meskipun demikian, hanya mengukur perlindungan melawan terkena UVB; tidak terdapat skala untuk perlindungan UVA.


Apakah Berjemur Matahari Sehat?
Dengan satu kata - tidak. Meskipun warna cokelat karena berjemur seringkali dipertimbangkan sebagai lambang kesehatan yang baik dan sebuah keaktifan, kehidupan atlet, berjemur untuk kepentingan itu sendiri tidak ada manfaat kesehatan dan benar-benar bahaya kesehatan. Setiap sentuhan dengan ultraviolet (UV)atau sinar UVB bisa mengubah atau merusak kulit. Bersentuhan terhadap sinar matahari alami dalam jangka panjang menyebabkan kulit rusak dan meningkatkan resiko kanker kulit. Bersentuhan dengan sinar matahari buatan digunakan pada penyamakan salon sangat membahayakan. Sinar UVA digunakan pada pembentukan ini menyebabkan efek jangka panjang yang sama sebagaimana bersentuhan dengan sinar UVB, seperti keriput, pigment berbintik-bintik (photoaging) dan kanker kulit. Sangat sederhana, tidak ada ‘penjemuran yang aman’

Penjemuran sendiri, atau tanpa matahari, lotion tidak benar-benar mencoklatkan kulit, lebih menodainya. Mereka oleh karena itu menghasilkan cara yang aman untuk mencapai penampilan kulit berwarna coklat tanpa beresiko bersentuhan dengan sinar UV yang berbahaya. Meskipun begitu, karena tidak meningkatkan produksi melamin. Lotion penyamakan sendiri tidak menyediakan perlindungan dari sinar matahari. Oleh karena itu, pelindung sinar matahari harus tetap digunakan selama bersentuhan dengan sinar matahari. Hasil dengan menggunakan lotion tanning sendiri bisa bervariasi, tergantung pada jenis kulit seseorang, formula yang digunakan, dan cara dimana lotion tersebut digunakan.

Reaksi Fotosensitivitas

Photosensitivity, kadangkala menunjuk kepada alergi matahari, adalah reaksi sistem kekebalan yang dipicu oleh sinar matahari. Reaksi photosensitivity termasuk solar urticaria, photosensitization kimia, dan erupsi sinar polymorphous dan biasanya ditandai dengan erupsi gatal pada bercak kulit yang terkena sinar matahari. Orang bisa mewarisi kecendrungan terhadap reaksi ini. Penyakit tertentu, seperti systemic lupus erythematosus dan beberapa porphyries, juga bisa menyebabkan kulit tersebut pecah dalam reaksi terhadap sinar matahari.

Beberapa bahan yang membuat peka terhadap sinar matahari

    * Obat antiansietas
          o Alprazolam
          o Chlordiazepoxide
    * Antibiotik
          o Kuinolon
          o Sulfonamida
          o Tetrasiklin
          o Trimetroprim
    * Antidepresan
          o antidepresan trisiklik
    * Obat antijamur (yang diminum)
          o Griseofulvin
    * Antihiperglikemik
          o Sulfonilurea
    * Obat antimalaria
          o Kloroquin
          o Kuinin
    * Antipsikotik
          o Fenotiazin
    * Diuretik
          o Furosemid
          o Tiazid
    * Obat Kemoterapi
          o Dacarbazin
          o Fluorouracil
          o Methotrexate
          o Vinblastin
    * Obat untuk mengobati jerawat (yangdiminum)
    * Obat jantung
          o Amiodarone
          o Kuinidin
    * Obat kulit
          o Antibakteri (chlorhexidine, hexachlorophene)
          o Obat antijamur
          o Ter
          o Pewangi
          o Tabir surya


Solar urticaria: hives (besar, bengkak gatal dan merah) yang terbentuk setelah hanya beberapa menit terkena sinar matahari disebut solar urticaria. Hives muncul dalam 10 menit terkena sinar matahari dan biasanya berlangsung hanya beberapa jam, orang bisa mudah terkena solar urticaria untuk waktu yang sangat panjang, kadangkala dengan tidak terbatas. Orang dengan daerah terkena yang besar kadangkala mengalami sakit kepala dan merasa pusing, lemah, dan mual.


Photosensitivity kimia : pada photosensitivity kimia, orang mengalami kemerahan, peradangan, dan kadangkala perubahan warna coklat atau biru pada daerah kulit yang telah terkena sinar matahari untuk periode singkat. Reaksi ini berbeda dari terbakar sinar matahari dimana terjadi hanya setelah orang tersebut memakai obat-obatan tertentu (seperti tetrasiklin) atau kimia atau telah diusapkan ke kulit (seperti parfum atau setelah bercukur). Bahan-bahan ini membuat beberapa kulit orang lebih peka terhadap efek sinar ultraviolet (UV). Beberapa orang mengalami hives disertai gatal, dimana mengindikasi jenis obat alergi yang dipicu oleh sinar matahari.


Polymorphous light eruption : erupsi ini adalah reaksi yang tidak umum terhadap sinar matahari, penyebab yang tidak dimengerti. Hal ini salah satu masalah kulit yang berhubungan dengan matahari yang paling sering terjadi pada para wanita dan diantara orang dari iklim utara yang tidak secara teratur terkena matahari. Erupsi tersebut muncul sebagai benjolan merah yang banyak dan bercak merah yang tidak biasa pada kulit yang terkena matahari. Bercak ini, yang gatal, umumnya muncul antara 30 menit dan beberapa jam setelah terkena matahari; meskipun begitu, bercak baru bisa terbentuk beberapa jam atau beberapa hari kemudian. Benjolan dan bercak tersebut biasanya hilang dalam beberapa hari sampai seminggu. Biasanya, orang dengan keadaan ini yang terus pergi keluar di bawah matahari secara berangsur-angsur menjadi sedikit peka terhadap akibat sinar matahari.


DIAGNOSA

Tidak terdapat tes khusus untuk reaksi photosensitivity. Seorang dokter menduga reaksi photosensitivity ketika ruam muncul hanya pada daerah yang terkena sinar matahari. Tinjauan akhir pada berbagai penyakit, obat-obatan yang digunakan melalui mulut, atau bahan-bahan yang dioleskan di kulit (seperti obat-obatan atau kosmetika) bisa membantu dokter menunjuk dengan tepat penyebab reaksi photosensitivity. Dokter bisa melakukan tes untuk pengendalian luar penyakit, seperti systemic lupus erythematosus, yang diketahui untuk membuat seseorang rentan terhadap berbagai reaksi.


PENGOBATAN

Orang dengan erupsi sinar polymorphous atau lupus photosensitivity kadangkala menerima manfaat dari pengobatan dengan mengoleskan kortikosteroid pada kulit atau hydroxychloroquine atau kortikosteroid melalui mulut. Kadangkala, orang bisa didesentralisasi terhadap akibat sinar matahari dengan secara berangsur-angsur meningkatkan sentuhan mereka terhadap sinar ultra violet.


PENCEGAHAN

Seseorang dengan kepekaan terhadap sinar matahari dari berbagai penyebab harus menggunakan pakaian pelindung, menghindari sinar matahari sebanyak mungkin, dan menggunakan pelindung matahari. Jika mungkin berbagai obat-obatan atau bahan kimia yang bisa menyebabkan photosensitivity harus dihentikan setelah berkonsultasi dengan seorang dokter.

KERUSAKAN KULIT AKIBAT SINAR MATAHARI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar