Kamis, 23 Mei 2013

KELAINAN PIGMENTASI MEDIS

<
 
Albinisme (Albino) 
Vitiligo 
Melasma (Chloasma, Topeng Kehamilan) 
Kulit Kering 

Melasma (Chloasma, Topeng Kehamilan)

Melasma (Kloasma, Topeng Kehamilan) adalah bercak-bercak pigmentasi berwarna coklat tua di wajah.

PENYEBAB
Melasma sering dihubungkan dengan hormon estrogen dan progesteron pada wanita karena sering ditemukan pada:
- wanita hamil (karena itu disebut juga topeng kehamilan)
- wanita yang menggunakan pil KB
- wanita pasca menopause yang menjalani terapi sulih hormon.

Pemaparan sinar matahari juga merupakan faktor resiko terjadinya melasma.

GEJALA
Pada dahi, pipi, pelipis dan rahang tampak bercak-bercak pigmentasi berwarna coklat gelap.
Bercak tersebut biasanya bersifat simetris (ditemukan di sisi kiri dan kanan wajah).

Read more .....

Albinisme (Albino)

Albinisme merupakan suatu penyakit keturunan yang jarang ditemukan dimana tubuh tidak dapat membentuk melanin.

Orang yang menderita albinisme disebut albino.

PENYEBAB
Dalam keadaan normal, suatu asam amino yang disebut tirosin oleh tubuh diubah menjadi pigmen (zat warna) melanin.
Albinisme terjadi jika tubuh tidak mampu menghasilkan atau menyebarluaskan melanin karena beberapa penyebab. Secara khusus, kelainan metabolisme tirosin menyebabkan kegagalan pembentukan melanin sehingga terjadi albinisme.

Albinisme bisa diturunkan melalui beberapa pola, yaitu resesif autosom, dominan autosom atau X-linked.

Penyakit lainnya yang berhubungan dengan albinisme parsial atau albinisme terlokalisir (hilangnya pigmen hanya pada daerah tertentu):
# Sindroma Waardenberg (rambut di dahi berwarna putih atau salah satu maupun kedua iris tidak memiliki pigmen)
# Sindroma Chediak-Higashi (pigmentasi kulit berkurang secara difus tetapi tidak total)
# Sklerosis tuberosa (terdapat bintik putih yang kecil dan terlokalisir)
# Sindroma Hermansky-Pudlak (albinisme menyeluruh disertai kelainan perdarahan).

GEJALA
Albinisme komplit terjadi jika sama sekali tidak ditemukan pigmen pada rambut, mata dan kulit (disebut juga albinisme okulokutaneus tanpa tirosin), sehingga rambutnya putih, matanya pink dan kulitnya pucat.
Merupakan jenis albinisme yang paling berat.
Penderita memiliki rambut, kulit dan iris mata yang berwarna putih, disertai gangguan penglihatan.
Penderita juga mengalami fotofobia (takut sinar matahari) dan mudah mengalami luka bakar karena matahari serta bisa menderita kanker kulit karena tidak memiliki melanin yang berfungsi melindungi kulit terhadap sinar matahari.

Albinisme okuler adalah jenis albinisme yang hanya menyerang mata.
Warna kulit biasanya normal dan warna mata juga masih dalam batas normal, tetapi pemeriksaan retina menunjukkan bahwa retina tidak memiliki pigmen.

Albinisme komplit biasanya disertai oleh beberapa dari gejala berikut:
- pergerakan mata yang sangat cepat (nistagmus)
- strabismus (juling)
- penurunan ketajaman penglihatan
- kebutaan fungsional.
Read more ......

Vitiligo

Vitiligo adalah suatu keadaan dimana terjadi kehilangan sejumlah melanosit yang menyebabkan timbulnya bercak-bercak halus berwarna putih di kulit.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi diduga melibatkan sistem kekebalan (reaksi autoimun).

Vitiligo bisa terjadi setelah trauma fisik yang tidak biasa, terutama cedera kepala dan cenderung timbul bersamaan dengan penyakit tertentu, seperti:
# penyakit Addison
# diabetes
# anemia pernisiosa
# penyakit tiroid.

Secara psikis, vitiligo bisa mengganggu penderitanya karena perubahan pigmentasi pada kulitnya tidak enak dipandang mata.

GEJALA
Pada beberapa penderita tampak 1-2 bercak berbatas tegas; pada penderita lainnya bercak vitiligo menutupi suatu bagian tubuh yang luas.
Perubahan ini tampak sangat jelas pada orang yang berkulit gelap.

Bercaknya datar, berbatas tegas dengan bentuk yang tidak beraturan.
Sering ditemukan di wajah, sikut, lutut, tangan, kaki dan alat kelamin.

Kulit yang tidak memiliki pigmen ini sangat peka terhadap luka bakar karena matahari.
Rambut yang tumbuh di atas kulit yang terkena vitiligo juga berwarna putih karena melanosit juga hilang dari selubung akar rambut (folikel).



Read more ........

Kulit Kering

Kulit Kering (Xerosis, Asteatosis) adalah suatu keadaan dimana kulit kehilangan kelembabannya sehingga tampak pecah-pecah.

Kulit kering sering terjadi, terutama pada usia diatas setengah baya.

PENYEBAB
Faktor-faktor yang berperan dalam terjadinya kulit kering adalah:
#Faktor keturunan
Kadang kulit kering yang parah (iktiosis) merupakan akibat dari penyakit keturunan, seperti iktiosis vulgaris atau hiperkeratosis epidermolitik.
# Faktor metabolisme
Kulit kering lebih banyak ditemukan pada tiroid yang kurang aktif atau penurunan berat badan yang berlebihan.
# Penuaan
Penambahan umur menyebabkan berkurangnya pelumasan kulit secara alami.
# Cuaca dingin dengan tingkat kelembaban yang rendah
# Penyejuk ruangan, pemanas ruangan atau duduk dekat perapian atau kipas pemanas
# Terlalu sering mandi atau berenang (terutama jika airnya terlalu banyak mengandung klorin)
# Kontak dengan sabun, deterjen atau bahan pelarut
# Gesekan yang menyebabkan iritasi atau kulit pecah-pecah.

Iktiosis juga bisa merupakan akibat dari kelainan yang tidak diturunkan, yaitu:
# Lepra
# Tiroid yang kurang aktif
# Limfoma
# AIDS
# Sarkoidosis.

GEJALA
Kulit kering bisa mengalami iritasi dan sering menimbulkan gatal, kadang kulit terkelupas dalam serpihan-serpihan kecil dan sisik-sisik kecil.
Pembentukan sisik paling sering terjadi pada tungkai bawah.

Penderita iktiosis vulgaris kulitnya bersisik tanpa disertai lepuhan.
Penderita hiperkeratosis epidermolitik memiliki lepuhan yang tebal dan berbau busuk, dengan kutil yang bersisik dan terasa nyeri.

Menggosok atau menggaruk kulit yang kering bisa menyebabkan infeksi dan pembentukan jaringan parut.
Kulit kering juga bisa menyebabkan dermatitis, dimana kulit tampak merah dan gatal.


Read more .......
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar