Rabu, 29 Mei 2013


Psoriasis ialah sejenis penyakit kulit yang penderita nya mengalami proses pergantian kulit yang terlalu cepat. Kemunculan penyakit ini terkadang untuk jangka waktu lama atau timbul/hilang, penyakit ini secara klinis sifatnya tidak mengancam jiwa, tidak menular tetapi karena timbulnya dapat terjadi pada bagian tubuh mana saja sehingga dapat menurunkan kualitas hidup serta menggangu kekuatkan mental seseorang bila tidak dirawat dengan baik.

Berbeda dengan pergantian kulit pada manusia normal yang biasanya berlangsung selama tiga sampai empat minggu, proses pergantian kulit pada penderita psoriasis berlangsung secara cepat yaitu sekitar 2–4 hari, (bahkan bisa terjadi lebih cepat) pergantian sel kulit yang banyak dan menebal.

Sampai saat ini penyakit Psoriasis belum diketahui penyebabnya secara pasti, sehingga belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan secara total penyakit Psoriasis.

   1. Eritrodermis Psoriasis

      Tipe psoriasis ini sangat berbahaya, seluruh kulit penderita menjadi merah matang dan bersisik, fungsi perlindungan kulit hilang, sehingga penderita mudah terkena infeksi.

   2. Psoriatik Arthritis
      Timbul dengan peradangan sendi, sehingga sendi terasa nyeri, membengkak dan kaku, sama persis seperti gejala rematik. Pada tahap ini, penderita harus segera ditolong agar sendi-sendinya tidak sampai terjadi kropos

   3. Psoriasis Guttate

      Psoriasis Guttate (GUH-tate) adalah salah satu bentuk dari psoriasis yang mulai timbul sejak waktu anak-anak atau remaja. kata guttate berasal dari bahasa Latin yang berarti “jatuh”.(drop). Bentuk psoriasis ini menyerupai bintik-bintik merah kecil di kulit. bercak (lesions) guttate biasanya timbul pada badan dan kaki. Bintik-bintik ini biasanya tidak setebal atau bersisik seperti bercak-bercak (lesions) pada psoriasis plak.

   4. Psoriasis Inverse

      Inverse psoriasis ditemukan pada ketiak, pangkal paha, dibawah payudara, dan di lipatan-lipatan kulit di sekitar kemaluan dan panggul Tipe psoriasis ini pertama kali tampak sebagai bercak (lesions) yang sangat merah dan biasanya lack the scale associated dengan psoriasis plak. Bercak itu bisa tampak licin dan bersinar. Psoriasis Inverse sangat (particularly irritating) menganggu karena iritasi yang disebabkan gosokan/garukan dan keringat karena lokasinya di lipatan-lipatan kulit dan daerah sensitif tender). terutama sangat mengganggu bagi penderita yang gemuk dan yang mempunyai lipatan kulit yang dalam.

   5. Psoriasis Kuku

      menyerang dan merusak kuku dibagian bawah kuku tumbuh banyak sisik seperti serbuk, jenis ini termasuk yang sulit/bandel untuk disembuhkan bagi penderita.

   6. Psoriasis Plak

      Hampir 80% dari penderita psoriasis adalah tipe Psoriasis plak yang secara ilmiah sisebut juga psoriasis vulgaris (yang berarti umum). Tipe plak ini bersifat meradang pada kulit menimbulkan bercah merah yang dilapisi dengan kulit yang tumbuh berwarna keperakan yang umum nya akan terlihat pada sekitar alis,lutut, kepala (seperti ketombe), siku juga bagian belakang tubuh sekitar panggul serta akan meluas kebagian-bagian kulit lainnya.

   7. Psoriasis Pustular

      Kasus Psoriasis Pustular (PUHS-choo-ler) terutama banyak ditemui pada orang dewasa. Karakteristik dari penderita PUHS-choo-ler ini adalah timbulnya Pustules putih (blisters of noninfectious pus) yang dikelilingi oleh kulit merah. Pus ini meliputi kumpulan dari sel darah putih yang bukan merupakan suatu infeksi dan juga tidak menular. Bentuk psioriasis yang pada umumnya tidak biasa ini mempengaruhi lebih sedikit dari 5 % dari seluruh penderita psoriasis. Psoriasis ini, bisa terkumpul dalam daerah tertentu pada tubuh, contohnya, pada tangan dan kaki. Psoriasis Pustular juga dapat ditemukan menutupi hampir seluruh tubuh, dengan kecenderungan membentuk suatu siklus - reddening (membuat kulit merah??) yang diikuti oleh pembentukan pustules dan scaling.

   8. Psoriasis Scalp

      Psoriasis tipe ini tampak pada batas rambut, kepala (seperti ketombe), kening, sekitar leher juga dibelakang telinga, berupa seperti sisik kulit atau serbuk

http://ngeklik.com/?id=2mes25

Pitiriasis Rosea

Pitiriasis Rosea adalah suatu penyakit ringan yang menyebabkan peradangan kulit disertai pembentukan sisik berwarna kemerahan.

Bisa terjadi pada berbagai usia tetapi paling sering timbul pada dewasa muda.
Biasanya muncul selama musim semi dan musim dingin.


PENYEBAB
Diduga penyebabnya adalah sejenis virus.

GEJALA
Suatu serangan biasanya berlangsung selama 4-8 minggu.

Biasanya pitiriasis rosea berawal sebagai suatu bercak tunggal dengan ukuran yang lebih besar, yang disebut herald patch atau mother patch.
Beberapa hari kemudian akan muncul bercak lainnya yang lebih kecil.
Bercak sekunder ini paling banyak ditemukan di batang tubuh, terutama di sepanjang tulang belakang.

Ruam memiliki batas yang tegas, bisa menyebar, kelainan kulitnya tampak seperti sisik yang tengahnya lepas tetapi pinggirannya menempel.
Kulit tampak merah dan meradang, disertai gatal-gatal yang sifarnya ringan sampai berat.
Daerah berbentuk bulat atau oval ini biasanya timbul di batang tubuh.

Bisa timbul kelelahan, sakit kepala dan kadang rasa gatal yang sangat mengganggu.




DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

PENGOBATAN
Biasanya tanpa pengobatan, ruam akan menghilang dalam waktu 4-5 minggu, meskipun kadang bisa menetap sampai 2 bulan atau lebih.

Sinar matahari buatan maupun sinar matahari alami bisa meredakan pitiriasis lebih cepat dan mengurangi rasa gatal.

Krim yang mengandung mentol bisa mengurangi gatal.

Meskipun jarang, bisa diberikan corticosteroid per-oral (melalui mulut) untuk gatal-gatal yang hebat.

Untuk mengurangi gatal bisa diberikan antihistamin per-oral.


http://ngeklik.com/?id=2mes25

Liken Planus

Liken Planus merupakan penyakit gatal yang kambuhan, dimulai sebagai ruam dari benjolan kecil yang menyebar, yang kemudian menyatu membentuk plak yang bersisik dan kasar (bercak menonjol).

Sekitar 50% penderita liken planus juga memiliki luka terbuka di mulutnya.

PENYEBAB
Penyebab yang pasti tidak diketahui, tetapi tampaknya berhubungan dengan reaksi alergi atau reaksi kekebalan.

Penyakit ini timbul setelah pemaparan alergen (zat yang menyebabkan reaksi alergi) yang kuat, seperti obat-obatan, zat warna dan zat kimia lainnya.
Gejala-gejalanya meningkat pada saat penderita mengalami stres emosional, kemungkinan karena adanya perubahan sistem kekebalan selama terjadinya stres.

Liken planus biasanya terjadi pada usia separuh baya, jarang menyerang anak-anak.
Serangan pertama bisa berlangsung selama beberapa minggu atau beberapa bulan, membaik lalu kambuh kembali selama bertahn-tahun.

Obat atau zat kimia yang berhubungan dengan terjadinya liken planus adalah:
# Senyawa emas (yang digunakan untuk mengobati artritis)
# Antibiotik
# Arsen
# Yodium
# Obat malaria (klorokin, kuinakrin, kuinidin)
# Antimon
# Fenotiazin
# Diuretik (klorotiazid).

GEJALA
Episode pertama bisa dimulai secara bertahap atau secara mendadak dan menetap selama beberapa minggu atau beberapa bulan.
Biasanya menghilang dengan sendirinya, tetapi bercak-bercak seringkali kambuh lagi dan bisa berulang selama beberapa tahun.
Ruam hampir selalu menyebabkan gatal, kadang sangat berat.

Benjolan biasanya berwarna ungu dan memiliki pinggiran yang bersiku-siku.
Jika sinar dari samping diarahkan kepada benjolan ini, akan timbul kemilau yang khas.
Jika digaruk atau terjadi cedera kulit yang ringan, bisa timbul benjolan yang baru.
Setelah ruam membaik, kadang meninggalkan pewarnaan gelap di kulit.

Biasanya ruam menyebar secara simetris, paling sering di mulut, batang tubuh, pergelangan tangan sebelah dalam, tungkai, ujung penis dan vagina. Wajah jarang terkena.
Ruam di tungkai, biasanya lebar dan bersisik.
Ruam kadang menyebabkan bercak kebotakan di kulit kepala.




Luka terbuka di mulut biasanya berwarna putih kebiruan dan membentuk garis.
Luka ini sering timbul sebelum munculnya ruam kulit.
Biasanya tidak menimbulkan nyeri, kecuali bila lukanya sangat dalam.




DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala, hasil pemeriksaan fisik dan pola dari kekambuhan penyakit ini.

Untuk memperkuat diagnosis bisa dilakukan biopsi kulit.

PENGOBATAN
Obat atau bahan kimia yang menjadi penyebab liken planus harus dihindari.

Antihistamin (misalnya diphenhydramine, hydroxizin atau chlorpheniramine) bisa diberikan untuk mengatasi gatal-gatal.

Corticosteroid bisa disuntikkan kedalam benjolan, dioleskan ke kulit atau diberikan per-oral (melalui mulut), kadang disertai obat lain seperti tretinoin.

Untuk luka mulut yang terasa nyeri bisa diberikan obat kumur yang mengandung lidocain, digunakan sebelum makan.

http://ngeklik.com/?id=2mes25

Dermatitis Eksfoliatif Generalisata

Dermatitis Eksfoliatif Generalisata adalah peradangan hebat yang mengenai seluruh permukaan kulit dan menyebabkan kemerahan dan pembentukan sisik yang berat.

PENYEBAB
Bisa disebabkan oleh obat-obat tertentu:
# Penicillin
# Sulfonamid
# Isoniazid
# Phenitoin
# Barbiturat.

Bisa juga merupakan komplikasi dari penyakit kulit lainnya, seperti:
- Dermatitis atopik
- Psoriasis
- Dermatitis kontak.

Limfoma tertentu juga bisa menyebabkan dermatitis eksfoliatif generalisata.

GEJALA
Dermatitis eksfoliatif bisa dimulai secara tiba-tiba maupun secara mendadak.

Seluruh permukaan kulit menjadi merah, bersisik, menebal dan kadang membentuk keropeng.

Beberapa penderita merasakan gatal-gatal dan kelenjar getah beningnya membesar.

Penderita mengalami demam, tetapi mereka merasakan kedinginan karena begitu banyak panas yang hilang melalui kulit yang rusak.
Sejumlah besar cairan dan protein bisa meresap melalui kulit dan kulit yang rusak merupakan penghalang infeksi yang buruk.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.

PENGOBATAN
Diagnosis dini dan pengobatan penting untuk mencegah infeksi dan hilangnya cairan dan protein.

Obat-obat atau bahan kimia yang menjadi penyebab dermatitis eksfoliatif generalisata dihindari.
Jika penyebabnya limfoma, harus segera diobati.

Penderita dermatitis eksfoliatif yang berat harus dirawat dan mendapatkan antibiotik (untuk infeksi), cairan intravena (untuk menggantikan cairan yang hilang melalui kulit) dan tambahan makanan.
Perawatan berupa obat-obatan dan selimut hangat untuk mengendalikan suhu tubuh.
Untuk melindungi kulit dioleskan jeli minyak.

Jika pengobatan lainnya gagal, bisa diberikan corticosteroid (misalnya prednisone) per-oral atau intravena.

http://ngeklik.com/?id=2mes25

Dermatitis Stasis

Dermatitis Stasis adalah suatu peradangan menahun (berupa kemerahan, pembentukan sisik dan pembengkakan) pada tungkai bawah yang teraba hangat, yang sering meninggalkan bekas berupa kulit yang berwarna coklat gelap.

PENYEBAB
Dermatitis stasis merupakan akibat dari penimbunan darah dan cairan di bawah kulit, sehingga cenderung terjadi pada penderita vena varikosa (varises) dan pembengkakan (edema).

GEJALA
Dermatitis stasis biasanya timbul di pergelangan kaki.

Pada awalnya kulit menjadi merah dan sedikit bersisik.
Setelah beberapa minggu atau beberapa bulan, warna kulit berubah menjadi coklat gelap.

Pengumpulan darah dibawah kulit yang terjadi sebelumnya sering tidak dihiraukan, sehingga terjadi pembengkakan dan kemungkinan infeksi, yang akhirnya menyebabkan kerusakan kulit yang berat (ulserasi).



DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

PENGOBATAN
Pengobatan jangka panjang bertujuan mengurangi kemungkinan penimbunan darah di dalam vena di sekitar pergelangan kaki.
Mengangkat kaki dalam posisi yang lebih tinggi dari dada akan menghentikan penimbunan darah di dalam vena dan penimbunan cairan di dalam kulit.

Menggunakan stoking penyangga yang tepat bisa membantu mencegah kerusakan kulit yang serius dengan cara mencegah penimbunan cairan di tungkai yang lebih bawah.
Biasanya tidak diperlukan pengobatan tambahan.

Untuk dermatitis yang aktif, kompres yang menyejukkan (misalnya bantalan yang direndam dalam air ledeng), bisa membuat kulit terasa lebih baik dan bisa membantu mencegah infeksi.
Jika keadaannya memburuk, bisa digunakan perban yang lebih menyerap.
Bisa juga diberikan krim kortikosteroid yang sering dikombinasikan dengan pasta seng oksida.

Antibiotik diberikan hanya jika kulit telah terinfeksi.

Kadang diambil kulit dari bagian tubuh lainnya untuk dicangkokkan guna menutupi luka terbuka yang sangat lebar.

Beberapa penderita mungkin memerlukan sepatu Unna, yaitu suatu alat yang menyerupai pembalut gips yang berisi pasta gelatin yang mengandung seng.
Sepatu ini membantu melindungi kulit dari iritasi dan pasta membantu menyembuhkan kulit.
Jika penderita merasa tidak nyaman mengenakan sepatu ini, pasta yang sama bisa digunakan dibawah balutan penyangga elastik.

Pada dermatitis stasis, kulit mudah teriritasi; karena itu sebaiknya penderita menghindari pemakaian krim antibiotik, krim anestetik, alkohol, lanolin atau bahan kimia lainnya sebab bisa memperburuk keadaan.

http://ngeklik.com/?id=2mes25

Selasa, 28 Mei 2013

Neurodermatitis (Dermatitis Garukan Terlokalisir, Liken Simpleks Kronis)

Neurodermatitis (Dermatitis Garukan Terlokalisir, Liken Simpleks Kronis) adalah suatu peradangan menahun pada lapisan kulit paling atas yang menimbulkan rasa gatal.
Penyakit ini menyebabkan bercak-bercak penebalan kulit yang kering, bersisik dan berwarna lebihi gelap, dengan bentuk lonjong atau tidak beraturan.



PENYEBAB
Liken simpleks kronis bisa terjadi sebagai akibat sesuatu (misalnya baju)
yang bersentuhan dengan kulit atau mengiritasi kulit sehingga seseorang menggaruk-garuk daerah tersebut.
Sebagai akibat dari iritasi menahun akan terjad penebalan kulit. Kulit yang menebal ini menimbulkan rasa gatal sehingga merangsang penggarukan yang akan semakin mempertebal kulit.
Penyakit ini menimbulkan warna kecoklatan pada daerah yang terkena.

# Penyakit ini biasanya berhubungan dengan: Dermatitis atopik
# Psoriasis
# Kecemasan, depresi ataupun gangguan psikis lainnya.

Lebih banyak ditemukan pada wanita dan biasanya timbul pada usia 20-50 tahun.

GEJALA
Liken simpleks kronis bisa timbul di setiap bagian tubuh, termasuk anus (pruritus ani) dan vagina (pruritus vulva).

Pada stadium awal, kulit tampak normal tetapi terasa gatal.
Selanjutnya timbul bercak-bercak bersisik, kering dan berwarna lebih gelap sebagai akibat dari penggarukan dan penggosokan.



DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

PENGOBATAN
Untuk mengendalikan rasa gatal diberikan antihistamin per-oral dan krim corticosteroid yang dioleskan pada daerah yang terkena.
Bisa juga diberikan suntikan corticosteroid di bawah kulit.
Obat lainnya untuk mengendalikan rasa gatal adalah hydroxizin atau doxepin.

Jika neurodermatitis timbul di sekeliling anus atau vagina, maka pengobatan terbaik adalah krim corticosteroid.
Untuk melindungi daerah yang terkena, diatas krim bisa dioleskan seng oksida.

Untuk mengurangi stres bisa diberikan obat penenang atau anti-depresi.

http://ngeklik.com/?id=2mes25

Drug Rashes

Drug Rashes adalah ruam-ruam kulit yang merupakan efek samping dari obat-obatan.

Obat-obatan bisa menyebabkan hampir setiap jenis ruam, tetapi ruam akibat obat-obatan yang paling penting adalah:
# Kaligata (urtikaria)
# Nekrolisis epidermal toksika
# Eritema multiformis
# Sindroma Stevens-Johnson
# Eritema nodosum.

PENYEBAB
Obat-obatan menyebabkan timbulnya ruam melalui beberapa cara:

   1. Reaksi alergi.
      Setelah minum obat tertentu untuk pertama kalinya, seseorang bisa mengalami sensitisasi (menjadi peka). Pemakaian berikutnya bisa memicu terjadinya suatu reaksi alergi.
      Biasanya dalam beberapa menit (kadang sampati beberapa jam atau beberapa hari kemudian), timbul ruam-ruam di kulit.
      Gejala alergi lainnya yang bisa timbul bersamaan dengan munculnya ruam di kulit adalah hidung meler, mata berair atau suatu serangan asma.

   2. Secara langsung.
      Obat-obatan juga bisa menyebabkan timbulnya ruam kulit secara langsung, tanpa melalui suatu reaksi alergi.
      Contohnya:
      - kortikosteroid bisa menyebabkan timbulnya jerawat dan menyebabkan penipisan kulit
      - antikoagulan bisa menyebabkan memar-memar jika darah meresap ke bawah kulit.

   3. Fotosensitivitas.
      Obat-obat tertentu menyebabkan kulit sangat peka terhadap efek sinar matahari.
      Obat-obat tersebut adalah:
      - obat anti-psikosa
      - tetrasiklin
      - antibiotik yang mengandung sulfa
      - klorotiazid
      - beberapa pemanis buatan.
      Pada saat obat diminum tidak langsung timbul ruam di kulit, tetapi jika terpapar oleh sinar matahari akan muncul daerah kemerahan atau abu-biru di kulit yang kadang terasa gatal.


GEJALA
Gejala drug rashes beratnya bervariasi, mulai dari kemerahan yang ringan di daerah kulit tertentu disertai beruntus-beruntus kecil, sampai kepada pengelupasan seluruh kulit.


Ruam bisa timbul segera setelah penderita minum obat tertentu (misalnya kaligata bisa terjadi setelah minum penisilin) atau baru muncul beberapa jam bahkan beberapa hari kemudian.

Kadang ruam baru timbul beberapa tahun kemudian.
Arsen bisa menyebabkan pengelupasan dan perubahan warna kulit, bahkan menyebabkan keganasan beberapa tahun setelah diminum.

Ruam kulit yang bisa disebabkan oleh obat-obatan


Ruam kulit
Uraian
Contoh obat yg dapat menyebabkan ruam kulit
Fixed drug eruption
Ruam berwarna merah gelap atau ungu, yg kembali muncul pada titik yg sama setiap kali obat yg sama diminum
Ruam paling sering ditemukan di mulut atau alat kelamin
- Antibiotik (tetrasiklin & antibiotik yg mengandung sulfa)
-Fenolftalein (digunakan pada beberapa pencahar)
Purpura
- Bintik-bintik keunguan di kulit
-  Paling sering ditemukan di tungkai
-  Diuretik
-  Beberapa antikoagulan
Jerawat
Jerawat kecil & bintik-bintikmerah tersebar, terutama di wajah, bahu & dada bagian atas
-  Kortikosteroid
- Yodium
-  Bromida
-  Fenitoin
-  Steroid anabolik
Kaligata
Bentol-bentol berwarna merah & putih, menandakan suatu reaksi alergi
-  Penisilin
- Aspirin
-  Pewarna tertentu yg digunakan dalam pembuatan obat
Morbiliformis atau ruam makulopapular
Ruam mendatar berwarna merah, kadang juga disertai bentol-bentol atau jerawat kecil, menyerupai campak
Hampir semua obat, terutama barbiturat, ampisilin, golongan sulfa, antibiotik lainnya
Sindroma Steven-Johnson atau ruam yg tidak terlalu berat yg menyerang selaput lendir
Lepuhan-lepuhan kecil atau ruam seperti kaligata pada selaput mulut atau vagina atau ujung penis
Penisilin
Antibiotik yg mengandung sulfa
Barbiturat
Beberapa obat untuk tekanan darah tinggi & kencing manis
Dermatitis eksfoliativa
Kulit di seluruh tubuh menebal, berwarna merah & bersisik
Penisilin
-  Antibiotik yg mengandung sulfa


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

PENGOBATAN
Kebanyakan reaksi obat menghilang bila pemakaian obat penyebab timbulnya ruam kulit dihentikan.

Untuk meringankan gatal dan kulit kering bisa diberikan salep corticosteroid.

Kebanyakan kasus kaligata akan segera mereda tanpa pengobatan, tetapi bila perlu bisa diberikan antihistamin atau corticosteroid per-oral (melalui mulut).
Jika kelainan kulit yang terjadi sangat serius, diberikan suntikan epinephrine atau corticosteroid.

http://ngeklik.com/?id=2mes25

Eritema Multiformis

Eritema Multiformis adalah suatu penyakit yang ditandai oleh adanya bercak-bercak kemerahan yang menonjol dan biasanya tersebar secara simetris di seluruh tubuh.

PENYEBAB
Eritema multiformis merupakan suatu reaksi alergi yang terjadi sebagai respon terhadap obat-obatan, infeksi atau penyakit.

Obat-obatan yang dihubungkan dengan eritema multiformis adalah:
- sulfonamid
- penisilin
- barbiturat
- fenitoin.
Sedangkan infeksi yang dihubungkan dengan penyakit ini adalah herpes simpleks dan infeksi oleh mikoplasma.

Penyebab yang pasti tidak diketahui.
Diduga terjadi kerusakan pembuluh darah kulit yang diikuti oleh kerusakan jaringan kulit.
Hampir 90% kasus eritema multiformis berhubungan dengan herpes simpleks atau infeksi mikoplasma.
Penyakit ini terutama menyerang anak-anak dan dewasa muda.

GEJALA
Biasanya eritema multiformis muncul secara tiba-tiba, dengan bercak-bercak kemerahan dan lepuhan-lepuhan yang paling sering ditemukan di telapak tangan. telapak kaki dan wajah.
Lepuhan di bibir dan selaput mulut bisa mengeluarkan darah.

Bercak merah berbentuk bulat dan mendatar tersebar di kedua sisi tubuh.
Bercak ini bisa membentuk cincin berwarna gelap dengan bagian tengahnya berwarna ungu keabuan (seperti sasaran tembakan, target lesion).

Kulit yang kemerahan ini kadang menimbulkan rasa gatal.
Gejala lainnya adalah cold sore (luka di dekat mulut akibat demam), kelelahan, demam dan nyeri persendian.

Serangan eritema multiformis berlangsung selama 2-4 minggu dan bisa kambuh lagi selama beberapa tahun.


Sindroma Steven-Johnson merupakan suatu bentuk eritema multiformis yang sangat berat.
Lepuhan-lepuhan muncul di selaput mulut, tenggorokan, anus, kemaluan dan mata. Kulit lainnya tampak merah.
Kerusakan pada selaput mulut menyebabkan penderita mengalami gangguan makan dan bila mulut dikatupkan terasa sangat nyeri, sehingga penderita mengiler.
Mata sangat nyeri, membengkak dan penuh dengan nanah sehingga tertutup rapat-rapat. Pada kornea bisa terbentuk jaringan parut.
Lubang pengeluaran air kemih juga bisa terkena sehingga penderita merasakan sakit ketika berkemih.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

PENGOBATAN
Tujuan pengobatan adalah mengatasi penyebab, meringankan gejala dan mencegah infeksi.
Pemakaian obat yang dicurigai segera dihentikan.

Untuk kasus yang ringan:
# Kelainan kulit dikompres dengan kain basah
# Antihistamin untuk mengurangi gatal-gatal
# Analgesik-antipiretik untuk mengatasi demam dan rasa tidak enak badan
# Obat bius topikal (terutama untuk luka di mulut) untuk mengurangi rasa sakit ketika penderita makan atau minum.

Untuk kasus yang berat:
# Penderita dirawat di rumah sakit dan ditempatkan di unit perawatan intensif
# Untuk mengendalikan peradangan diberikan corticosteroid
# Untuk menghentikan proses penyakit diberikan immunoglobulin intravena
# Untuk mengatasi infeksi sekunder diberikan antibiotik.

Jika diduga penyebabnya adalah herpes simpleks, biasanya diberikan acyclovir per-oral (melalui mulut).

Jika kelainan di mulut menyebabkan penderita mengalami kesulitan makan ataupun minum, maka cairan dan zat gizi diberikan melalui infus.

Rosaea

Rosasea adalah suatu kelainan kulit yang menetap, yang menyebabkan timbulnya jerawat-jerawat kecil yang berwarna kemerahan dan pecahnya pembuluh darah, biasanya di tengah-tengah wajah.

Rosasea biasanya muncul selama atau setelah usia pertengahan.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui.

Penyakit ini disertai dengan pelebaran pembuluh darah yang berada tepat di bawah kulit.
Paling sering ditemukan pada orang-orang yang mudah mengalami memar.

Rosasea bisa ditemukan bersama penyakit kulit lainnya (jerawat, seborea) atau penyakit mata (blefaritis, keratitis).

GEJALA
Wajah tampak kemerahan, bisa hanya pada bagian wajah tertentu atau pada seluruh bagian wajah.
Pada wajah juga ditemukan telangiektasi (pelebaran pembuluh darah kecil).

Terjadi penebalan kulit, terutama di sekitar hidung sehingga hidung tampak merah disertai banyaknya kelenjar minyak dan membengkak . Keadaan ini disebut rinofima.
Bentuk hidung tampak seperti bola lampu dan kulitnya berminyak.
Kadang rosasea timbul di batang tubuh, lengan dan tungkai.



DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

PENGOBATAN
Penderita sebaiknya menghindari makanan-makanan yang bisa menyebabkan pelebaran pembuluh darah di kulit, seperti makanan yang pedas, alkohol, kopi dan soda yang mengandung caffeine.

Antibiotik per-oral (melalui mulut) bisa mengatasi rosasea; yang paling efektif dan menimbulkan paling sedikit efek samping adalah tetracycline.
Antibiotik salep/krim (misalnya gel metronidazole) juga efektif.

Untuk mengembalikan bentuk hidung seperti semula pada rinofima, biasanya dilakukan pembedahan, bisa dengan sinar laser atau dermabrasi.

Dermatitis Perioral

Dermatitis Perioral adalah suatu penyakit kulit yang ditandai oleh adanya beruntus-beruntus merah di sekitar mulut.

PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui.
Dermatitis perioral terutama menyerang wanita yang berusia 20-60 tahun dan bisa muncul setelah pemakaian salep kortikosteroid di wajah untuk mengobati suatu penyakit.

GEJALA
Dermatitis perioral bisa sangat menyerupai jerawat atau rosasea.
Diantara batas bibir dengan ruam kulit biasanya dipisahkan oleh daerah kulit yang normal.

Bisa terasa sangat gatal dan bahkan sampai menyengat.
Di sekitar bibir tampak beruntus-beruntus kecil kemerahan. Kadang beruntus-beruntus tersebut membentuk plak (daerah kemerahan yang menonjol) atau bercak (daerah kemerahan yang mendatar).


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

PENGOBATAN
Pengobatan yang terbaik adalah tetracyclin per-oral (melalui mulut).

Jika penyakitnya berat dan pemberian antibiotik tidak dapat memperbaiki ruam kulit, maka diberikan obat jerawat isotretinoin.

Nekrolisis Epidermal Toksika

Nekrolisis Epidermal Toksika adalah sautu penyakit kulit yang bisa berakibat fatal, dimana lapisan kulit paling atas mengelupas lembar demi lembar.

PENYEBAB
Sepertiga kasus nekrolisis epidermal toksika disebabkan oleh suatu reaksi terhadap suatu obat.
Obat yang paling sering menyebabkan penyakit ini adalah:
# Penisilin
# Antibiotik yang mengandung sulfa
# Barbiturat
# Antikonvulsi (anti-kejang)
# Obat anti peradangan non-steroid
# Allopurinol.

Sepertiga kasus lainnya terjadi bersamaan dengan penyakit serius lainnya sehingga mempersulit diagnosis.
Sepertiga sisa kasus penyebabnya tidak diketahui.

Keadaan ini jarang terjadi pada anak-anak.

GEJALA
Penyakit ini berawal sebagai daerah kemerahan yang menimbulkan nyeri dan segera menyebar.

Bisa terbentuk lepuhan atau lapisan kulit paling atas mengelupas tanpa pembentukan lepuhan. Sentuhan atau tekanan yang ringan bisa menyebabkan pengelupasan kulit yang luas. Hal ini menyebabkan daerah tersebut tampak seperti terkena luka bakar.

Penderita merasa tidak enak badan, menggigil dan demam.
Dalam waktu 3 hari bisa terjadi pengelupasan kulit yang luas dan keadaan ini seringkali menyebar ke selaput lendir mata, mulut dan alat kelamin.

Pengelupasan kulit bisa berakibat fatal. Sejumlah besar cairan dan garam menguap. Penderita menjadi peka terhadap infeksi.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

PENGOBATAN
Penderita dirawat di rumah sakit dan segera menghentikan pemakaian obat yang menyebabkan terjadinya gejala-gejala tersebut.
Penderita diisolasi dan dibungkus dengan perban pelindung.
Diberikan cairan dan garam melalui infus.
Jika terjadi infeksi, diberikan antibiotik.

Pemberian corticosteroid masih bersifat kontroversial. Beberapa ahli berpendapat sangat menguntungkan jika corticosteroid diberikan; sedangkan ahli lainnya berpendapat sebaiknya tidak diberikan corticosteroid.
Corticosteroid menyebabkan penekanan sistem kekebalan sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi yang serius. 

Eritema Nodosum

Eritema Nodosum adalah suatu peradangan yang menyebabkan terbentuknya benjolan merah yang lunak (nodul) di bawah kulit; paling sering ditemukan diatas tulang kering, tetapi kadang menyerang lengan dan bagian tubuh lainnya.

PENYEBAB
Eritema nodosum seringkali bukan merupakan suatu penyakit tersendiri, tetapi merupakan tanda dari beberapa penyakit lainnya atau merupakan suatu sensitivitas (kepekaan) terhadap suatu obat.
Yang paling sering terserang penyakit ini adalah dewasa muda dan bisa terjadi kekambuhan.

Pada anak-anak, penyakit ini paling sering timbul setelah pilek atau nyeri tenggorokan, terutama jika penyebabnya adalah bakteri streptokokus.

Pada dewasa, penyebab yang paling sering ditemukan adalah infeksi streptokokus dan sarkoidosis.
Penyebab lainnya adalah:
# Lepra
# Koksikioidomikosis
# Histoplasmosis
# Tuberkulosis
# Psitakosis
# Limfogranuloma venereum
# Kolitis ulserativa.

Penyakit ini juga bisa merupakan suatu reaksi terhadap obat, terutama antibiotik yang mengandung sulfa, yodium, bromida dan pil KB.

GEJALA
Nodul eritema nodosum biasanya muncul diatas tulang kering, tampak seperti memar yang menonjol, yang secara bertahap warnanya akan berubah dari pink menjadi coklat kebiruan.
Nodul ini bisa menimbulkan nyeri.

Penderita mengalami demam dan nyeri persendian; kelenjar getah bening di dada kadang membesar.



DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya dan hasil pemeriskaan fisik.
Untuk memperkuat diagnosis bisa dilakukan biopsi.

PENGOBATAN
Obat yang diduga menjadi penyebab terjadinya eritema nodosum, segera dihentikan pemakaiannya.

Jika penyebabnya adalah infeksi streptokokus, diberikan antibiotik.

Tirah baring bisa mengurangi nyeri.

Jika tidak ditemukan infeksi maupun obat sebagai penyebabnya, bisa diberikan aspirin.

Jika hanya ditemukan beberapa nodul bisa diobati dengan menyuntikkan corticosteroid langsung ke dalam nodul.
Jika nodulnya banyak, kadang diberikan tablet corticosteroid.

http://ngeklik.com/?id=2mes25

Ulkus Dekubitus (Bedsores)

(Luka akibat penekanan, Ulkus kulit, Bedsores) adalah kerusakan kulit yang terjadi akibat kekurangan aliran darah dan iritasi pada kulit yang menutupi tulang yang menonjol, dimana kulit tersebut mendapatkan tekanan dari tempat tidur, kursi roda, gips, pembidaian atau benda keras lainnya dalam jangka panjang.

Bagian tubuh yang sering mengalami ulkus dekubitus adalah bagian dimana terdapat penonjolan tulang, yaitu sikut, tumit, pinggul, pergelangan kaki, bahu, punggung dan kepala bagian belakang.

PENYEBAB
Kulit kaya akan pembuluh darah yang mengangkut oksigen ke seluruh lapisannya.
Jika aliran darah terputus lebih dari 2-3 jam, maka kulit akan mati, yang dimulai pada lapisan kulit paling atas (epidermis).

Penyebab dari berkurangnya aliran darah ke kulit adalah tekanan. Jika tekanan menyebabkan terputusnya aliran darah, maka kulit yang mengalami kekurangan oksigen pada mulanya akan tampak merah dan meradang lalu membentuk luka terbuka (ulkus).
Gerakan yang normal akan mengurangi tekanan sehingga darah akan terus mengalir. Kulit juga memiliki lapisan lemak yang berfungsi sebagai bantalan pelindung terhadap tekanan dari luar.

Resiko tinggi terjadinya ulkus dekubitus ditemukan pada:

   1. Orang-orang yang tidak dapat bergerak (misalnya lumpuh, sangat lemah, dipasung)
   2. Orang-orang yang tidak mampu merasakan nyeri, karena nyeri merupakan suatu tanda yang secara normal mendorong seseorang untuk bergerak.
      Kerusakan saraf (misalnya akibat cedera, stroke, diabetes) dan koma bisa menyebabkan berkurangnya kemampuan untuk merasakan nyeri.
   3. Orang-orang yang mengalami kekurangan gizi (malnutrisi) tidak memiliki lapisan lemak sebagai pelindung dan kulitnya tidak mengalami pemulihan sempurna karena kekurangan zat-zat gizi yang penting.
      Karena itu penderita malnutrisi juga memiliki resiko tinggi menderita ulkus dekubitus.
   4. Gesekan dan kerusakan lainnya pada lapisan kulit paling luar bisa menyebabkan terbentuknya ulkus.
      Baju yang terlalu besar atau terlalu kecil, kerutan pada seprei atau sepatu yang bergesekan dengan kulit bisa menyebabkan cedera pada kulit.
      Pemaparan oleh kelembaban dalam jangka panjang (karena berkeringat, air kemih atau tinja) bisa merusak permukaan kulit dan memungkinkan terbentuknya ulkus.


GEJALA
Ulkus dekubitus kebanyakan menyebabkan nyeri dan gatal-gatal; tetapi jika terdapat gangguan pada indera perasa, ulkus yang dalampun tidak menimbulkan nyeri.

Ulkus dekubitus dikelompokkan ke dalam beberapa stadium:
# Stadium 1 : ulkus belum terbentuk seutuhnya
# Stadium 2 : kulit merah dan membengkak, seringkali disertai oleh pembentukan lepuhan, lapisan kulit paling atas mulai mati
# Stadium 3 : ulkus mulai timbul di kulit, menyusup ke lapisan kulit yang lebih dalam
# Stadium 4 : ulkus menembus kulit dan lemak, sampai ke otot
# Stadium 5 : terjadi kerusakan otot
# Stadium 6 : merupakan stadium ulkus yang paling dalam, dimana terjadi kerusakan tulang dan kadang terjadi infeksi tulang.

Jika kulit terluka atau robek maka akan timbul masalah baru, yaitu infeksi.
Infeksi memperlambat penyembuhan ulkus yang dangkal dan bisa berakibat fatal terhadap ulkus yang lebih dalam.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

PENGOBATAN
Mengobati ulkus dekubitus lebih sulit daripada mencegahnya.
Pada stadium awal, ulkus biasanya membaik dengan sendirinya setelah tekanan dihilangkan. Menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi protein dan kalori tambahan bisa mempercepat penyembuhan.

Jika kulit terluka sebaiknya ditutup dengan perban. Agar tidak melekat pada luka, gunakan perban yang dilapisi teflon atau mengandung jeli minyak.
Untuk ulkus yang lebih dalam, digunakan perban yang mengandung bahan yang menyerupai gelatin, yang bisa membantu pertumbuhan kulit yang baru.

Jika luka mengalami infeksi atau mengeluarkan nanah, sebaiknya dibersihkan dengan sabun atau gunakan cairan desinfektan (misalnya povidon-iodin).

Kadang dokter membuang bagian kulit yang mati dengan bantuan pisau bedah (debridemen).

Ulkus yang dalam sulit untuk diobati.
Kadang perlu dilakukan pencangkokan kulit sehat pada daerah yang mengalami kerusakan. Tetapi pencangkokan ini tidak selalu dapat dilakukan, terutama pda usia lanjut yang menderita malnutrisi.

Jika terjadi infeksi, diberikan antibiotik.
Jika tulang dibawahnya terinfeksi (osteomielitis) diberikan antibiotik jangkan panjang karena osteomielitis sulit disembuhkan dan bisa menyebar melalui aliran darah.

PENCEGAHAN
Ulkus dekubitus menyebabkan nyeri dan bisa berakibat fatal.
Ulkus juga menyebabkan masa perawatan di rumah sakit menjadi lebih panjang dan menghabiskan biaya lebih banyak.

Untuk mencegah terbentuknya ulkus bisa dilakukan beberapa tindakan berikut:
# Merubah posisi pasien yang tidak dapat bergerak sendiri, minimal setiap 2 jam sekali untuk mengurangi tekanan
# Melindungi bagian tubuh yang tulangnya menonjol dengan bahan-bahan yang lembut (misalnya bantal, bantalan busa)
# Mengkonsumsi makanan sehat dengan zat gizi yang seimbang
# Menjaga kebersihan kulit dan mengusahakan agar kulit tetap kering.

Jika pasien harus menjalani tirah baring dalam waktu yang lama, bisa digunakan kasur khusus, yaitu kasur yang diisi dengan air atau udara.

KELAINAN KELENJAR MINYAK

 
Jerawat 
Lipedema 


Jerawat

Jerawat adalah suatu keadaan dimana pori-pori kulit tersumbat sehingga timbul beruntus-beruntus dan abses (kantong nanah) yang meradang dan terinfeksi.

PENYEBAB
Jerawat paling sering menyerang remaja, tetapi bisa terjadi pada semua usia.
Keadaan ini biasanya mulai timbul pada masa pubertas dan bisa berlanjut selama bertahun-tahun.

Kemungkinan penyebabnya adalah perubahan hormonal yang merangsang kelenjar sebasea (kelenjar penghasil minyak) di kulit.
Perubahan hormonal lainnya yang juga bisa memicu timbulnya jerawat terjadi pada masa menstruasi, kehamilan, pemakaian pil KB atau stres.

Jerawat seringkali memburuk pada musim dingin dan membaik pada musim panas, mungkin disebabkan oleh efek sinar matahari yang menguntungkan.
Makanan hanya sedikit berperngaruh atau sama sekali tidak berpengaruh terhadap timbulnya jerawat, meskipun beberapa penderita beranggapan bahwa mereka peka terhadap makanan tertentu.

Selama masa pubertas, kelenjar sebasea menjadi lebik aktif dan menghasilkan minyak yang berlebihan.
Minyak yang mengering, kulit yang mengelupas dan bakteri berkumpul dalam pori-pori kulit dan membentuk komedo. Komedo menyebabkan tersumbatnya aliran minyak dari selubung akar rambut (folikel) ke pori-pori.
Jika penyumbatannya parsial, akan timbul bintil hitam; jika penyumbatannya total, akan timbul bintil putih.

Bakteri tumbuh di dalam pori-pori yang tersumbat dan menguraikan beberapa lemak di dalam minyak yang menyebabkan iritasi kulit.
Jerawat merupakan bintil hitam dan bintil putih yang mengalami iritasi.
Jika infeksi dan iritasi pada jerawat semakin memburuk, bisa terbentuk abses.

Jika terdapat komedo, jerawat dan pustula (lepuhan berisi nanah) tanpa disertai abses, maka disebut jerawat superfisial.
Jika jerawat yang meradang menyusup ke dalam jaringan kulit di bawahnya dan timbul kista berisi nanah yang bisa pecah dan berkembang menjadi abses yang lebih besar, maka disebut jerawat dalam.

GEJALA
Jerawat biasanya muncul di wajah dan bahu, tetapi bisa menyebar ke batang tubuh, lengan dan tungkai.

Pada jerawat dalam infeksi bisa menyebar dan menyebabkan terbentuknya daerah peradangan yang lebih luas dan menonjol, kista yang berisi nanah dan abses; yang kesemuanya bisa pecah dan meninggalkan jaringan parut.

Jerawat superfisial biasanya tidak meninggalkan jaringan parut.
Menekan atau mencoba memecahkan bisa memperburuk jerawat superfisial karena meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi, peradangan dan pembentukan jaringan parut.



Read more.....

Lipedema

Lipedema adalah pengumpulan lemak yang abnormal dibawah kulit, paling sering pada bagian bawah tungkai, yaitu diantara betis dan pergelangan kaki.

Walaupun tampak menyerupai limfedema, tetapi keduanya merupakan penyakit yang berbeda.

PENYEBAB
Lipedema lebih sering terjadi pada wanita dan merupakan kelainan bawaan.

GEJALA
Bisa mengenai kedua tungkai.
Tungkai bagian bawah dan pergelangan kaki kehilangan konturnya yang normal, tetapi pembengkakan hanya sebatas pada tulang pergelangan kaki dan tidak mengenai kaki.

Tungkai tampak membengkak dan bisa timbul nyeri.
Penekanan pada tungkai dengan jari tangan tidak meninggalkan lekukan.

Kulit tungkai tampak normal tetapi teraba lunak, mungkin karena menumpuknya lemak dibawah kulit.
http://ngeklik.com/?id=2mes25

Kelenjar minyak - Jerawat

Jerawat adalah suatu keadaan dimana pori-pori kulit tersumbat sehingga timbul beruntus-beruntus dan abses (kantong nanah) yang meradang dan terinfeksi.

PENYEBAB
Jerawat paling sering menyerang remaja, tetapi bisa terjadi pada semua usia.
Keadaan ini biasanya mulai timbul pada masa pubertas dan bisa berlanjut selama bertahun-tahun.

Kemungkinan penyebabnya adalah perubahan hormonal yang merangsang kelenjar sebasea (kelenjar penghasil minyak) di kulit.
Perubahan hormonal lainnya yang juga bisa memicu timbulnya jerawat terjadi pada masa menstruasi, kehamilan, pemakaian pil KB atau stres.

Jerawat seringkali memburuk pada musim dingin dan membaik pada musim panas, mungkin disebabkan oleh efek sinar matahari yang menguntungkan.
Makanan hanya sedikit berperngaruh atau sama sekali tidak berpengaruh terhadap timbulnya jerawat, meskipun beberapa penderita beranggapan bahwa mereka peka terhadap makanan tertentu.

Selama masa pubertas, kelenjar sebasea menjadi lebik aktif dan menghasilkan minyak yang berlebihan.
Minyak yang mengering, kulit yang mengelupas dan bakteri berkumpul dalam pori-pori kulit dan membentuk komedo. Komedo menyebabkan tersumbatnya aliran minyak dari selubung akar rambut (folikel) ke pori-pori.
Jika penyumbatannya parsial, akan timbul bintil hitam; jika penyumbatannya total, akan timbul bintil putih.

Bakteri tumbuh di dalam pori-pori yang tersumbat dan menguraikan beberapa lemak di dalam minyak yang menyebabkan iritasi kulit.
Jerawat merupakan bintil hitam dan bintil putih yang mengalami iritasi.
Jika infeksi dan iritasi pada jerawat semakin memburuk, bisa terbentuk abses.

Jika terdapat komedo, jerawat dan pustula (lepuhan berisi nanah) tanpa disertai abses, maka disebut jerawat superfisial.
Jika jerawat yang meradang menyusup ke dalam jaringan kulit di bawahnya dan timbul kista berisi nanah yang bisa pecah dan berkembang menjadi abses yang lebih besar, maka disebut jerawat dalam.

GEJALA
Jerawat biasanya muncul di wajah dan bahu, tetapi bisa menyebar ke batang tubuh, lengan dan tungkai.

Pada jerawat dalam infeksi bisa menyebar dan menyebabkan terbentuknya daerah peradangan yang lebih luas dan menonjol, kista yang berisi nanah dan abses; yang kesemuanya bisa pecah dan meninggalkan jaringan parut.

Jerawat superfisial biasanya tidak meninggalkan jaringan parut.
Menekan atau mencoba memecahkan bisa memperburuk jerawat superfisial karena meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi, peradangan dan pembentukan jaringan parut.



DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

PENGOBATAN
Kompres air hangat bisa melunakkan komedo sehingga lebih mudah diangkat.
Komedo bisa diangkat oleh penderita sendiri sebanyak 1-2 kali/minggu dengan menggunakan jarum steril atau ekstraktor Schamberg.


Jerawat superfisial

Untuk menghilangkan jerawat, bisarythromycin selama beberapa minggu.
Pada remaja put dioleskan antibiotik clindamycin atau erythromycin dengan atau tanpa zat iritan (misalnya tretinoin).
Antibiotik per-oral (melalui mulut), yaitu tetracycline, minocycline, erythromycin atau doxicycline, bisa mengurangi atau mencegah jerawat permukaan.

Sinar matahari membantu mengeringkan kulit dan menyebabkan pembentukan sisik yang sifatnya ringan sehingga mempercepat penyembuhan.
Tetapi pada penderita yang menggunakan tretinoin, sinar matahari bisa menyebabkan iritasi yang hebat.

Tretinoin tersedia dalam bentuk krim, cairan atau gel dan bisa mengeringkan kulit tetapi pemakaiannya harus hati-hati.
Jimalam hari. Selain itu tretinoin dioleskan tipis-tipis, tidak boleh mengenai mata, sudut bibir dan lipatan kulit di sekitar hidung.
Selama beberapa hari pertama pemakaian tretinoin, mungkin jerawat tampak semakin memburuk dan perbaikan baru terjadi dalam waktu 3-4 minggu.

Obat lainnya yang bisa digunakan adalah benzoil peroksida dan obat yang mengandung sulfur resorsinol.
Obat tersebut biasanya dioleskan 2 kali/hari, yaitu pada malam dan pagi hari.


Jerawat dalam

Diberikan antibiotik per-oral (tetracycline, minocycline atau erythromycin) selama beberapa minggu.
Pada remaja putri, pamakaian antibiotik bisa menyebabkan infeksi jamur pada vagina (vaginitis kandidiasis).

Jika pemberian antibiotik tidak berhasil, diberikan isotretinoin per-oral.
Obat ini sangat efektif tetapi bisa menyebabkan cacat bawaan pada janin. Karena itu wanita yang sedang menjalani pengobatan dengan isotretinoin sebaiknya juga menggunakan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Kontrasepsi harus mulai dipakai 1 bulan sebelum, selama dan 1 bulan sesudah pemakaian isotretinoin.

Sebelum mulai minum isotretinoin dan setiap bulan selama meminum tretinoin, sebaiknya setiap wanita yang sudah menikah menjalani tes kehamilan.

Pemeriksaan darah juga harus dilakukan untuk meyakinkan bahwa obat tidak mempengaruhi sel darah, hati dan kadar lemak (trigliserida dan kolesterol). Pemeriksaan darah dilakukan sebelum dan 2 minggu setelah pengobatan dimulai, lalu setiap bulan selama penderita menjalani pengobatan.

Kebanyakan penderita yang memakai isotretinoin mengalami kekeringan pada matanya, bibirnya pecah-pecah dan kekeringan pada klit tipis yang melapisi vagina atau penis. Untuk mengatasi kekeringan ini bisa diberikan jeli petroleum.
Sekitar 15% pemakai tretinoin mengalami nyeri atau kekakuan pada persendian yang besar dan punggung bagian bawah; nyeri bisa dikurangi jika dosis obat diturunkan.
Pengobatan biasanya berlangsung sampai 20 minggu. Jika diperlukan pengobatan lanjutan, sebaiknya diberi jarak sekitar 4 bulan.

Kadang kista yang meradang atau abses diobati dengan menyuntikkan kortikosteroid langsung ke dalamnya.
Untuk mengeluarkan nanahnya, juga bisa dilakukan penyayatan pada kista atau abses.

Dermabrasi adala suatu prosedur dimana permukaan kulit digosok dengan suatu alat pengasah yang terbuat dari logam untuk membuang lapisan paling atas. Tindakan ini dilakukan untuk mengangkat jaringan parut yang kecil.

Terapi sinar X tidak dianjurkan untuk mengatasi jerawat dan salep kortikosteroid bisa memperburuk jerawat.
Untuk wanita yang memiliki jerawat hebat selama siklus menstruasinya bisa diberikan pil KB, tetapi hasilnya baru diperoleh setelah pemakaian pil KB selama 4-6 bulan.

PENCEGAHAN
Setelah Anda mengobati atau membersihkan jerawat, Anda mungkin perlu untuk melanjutkan pengobatan atau perawatan jerawat lainnya untuk mencegah jerawat baru. Dalam beberapa kasus, Anda mungkin perlu menggunakan obat topikal di daerah yang rawan jerawat, melanjutkan minum kontrasepsi oral atau menghadiri sesi terapi cahaya yang berkelanjutan untuk menjaga kulit Anda bersih. Berbicara dengan dokter Anda tentang bagaimana Anda dapat mencegah erusi baru.

Anda dapat juga mencegah munculnya jerawat baru dengan perawatan sendiri langkah-langkah, seperti mencuci kulit dengan pembersih yang lembut dan hindari menyentuh atau memencet area yang bermasalah. Tips pencegahan jerawat lain meliputi:

   1. Cuci daerah yang rawan jerawat hanya dua kali sehari. Mencuci menghilangkan kelebihan minyak dan sel-sel kulit mati. Tapi terlalu banyak mencuci dapat mengiritasi kulit. Cuci daerah dengan pembersih yang lembut dan gunakan produk perawatan kulit bebas minyak, berbasis air.
   2. Gunakan krim atau gel jerawat untuk membantu mengeringkan kelebihan minyak. Cari produk yang mengandung benzoil peroksida atau asam salisilat sebagai bahan aktif.
   3. Hindari riasan dasar berat. Pilih bedak kosmetik daripada produk krim karena mereka kurang mengiritasi.
   4. Hapus make-up sebelum pergi tidur. Tidur dengan kosmetik pada kulit Anda dapat menyumbat bukaan kecil folikel rambut (pori-pori). Juga, pastikan untuk membuang riasan lama dan membersihkan kuas dan aplikator kosmetik secara teratur dengan air sabun.
   5. Pakailah pakaian longgar. Perangkap pakaian ketat panas dan kelembaban dan dapat mengiritasi kulit Anda. Juga, sedapat mungkin, hindari tali ketat, ransel, helm atau perlengkapan olahraga untuk mencegah gesekan terhadap kulit Anda.
   6. Mandi setelah berolahraga atau melakukan kerja berat. Minyak dan keringat di kulit Anda dapat menjebak kotoran dan bakteri.

KELAINAN KELENJAR MINYAK

Kelenjar minyak - Lipedema

Lipedema adalah pengumpulan lemak yang abnormal dibawah kulit, paling sering pada bagian bawah tungkai, yaitu diantara betis dan pergelangan kaki.

Walaupun tampak menyerupai limfedema, tetapi keduanya merupakan penyakit yang berbeda.

PENYEBAB
Lipedema lebih sering terjadi pada wanita dan merupakan kelainan bawaan.

GEJALA
Bisa mengenai kedua tungkai.
Tungkai bagian bawah dan pergelangan kaki kehilangan konturnya yang normal, tetapi pembengkakan hanya sebatas pada tulang pergelangan kaki dan tidak mengenai kaki.

Tungkai tampak membengkak dan bisa timbul nyeri.
Penekanan pada tungkai dengan jari tangan tidak meninggalkan lekukan.

Kulit tungkai tampak normal tetapi teraba lunak, mungkin karena menumpuknya lemak dibawah kulit.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

PENGOBATAN
Untuk memperbaiki bentuk tungkai bisa dilakukan pengisapan lemak. 

KELAINAN RAMBUT MEDIS

 

 

Hirsutisme (Rambut Berlebihan)

Hirsutisme adalah suatu keadaan dimana rambut tumbuh secara berlebihan pada kulit yang biasanya tidak terlalu banyak memiliki rambut.

PENYEBAB
Hirsutisme bisa terjadi baik pada pria maupun wanita.
Penyebab yang biasa ditemukan adalah:
# Genetik (keturunan).
Keadaan ini seringkali diturunkan dalam satu keluarga, terutama pada orang-orang Mediteranian.
# Kelainan sistem endokrin.
- Sindroma polikista indung telur
- Sindroma Cushing
- Hiperplasia adrenal kongenitalis
- Pubertas prekox
# Obat-obatan : minoksidil, steroid androgenik, testosteron.

Penyebab yang jarang:
# Menopause
# Pubertas
# Kehamilan
# Kelenjar adrenal yang hiperaktif
# Karsinoma adrenokortikal
# Tumor atau kanker indung telur
# Obat-obatan : aminoglutetimid, siklosporin, obat yang mengandung androgen atau progestin, glukokortikoid, metoklopramid.

Faktor resiko terjadinya hirsutisme:
- Riwayat hirsutisme dalam keluarga
- Kelainan endokrin
- Pemakaian androgen (steroid androgenik atau testosteron)
- Usia lanjut.

GEJALA
Hirsutisme menyebabkan pembesaran akar rambut, pembesaran dan peningkatan pigmentasi rambut serta pertumbuhan rambut dengan pola penyebaran yang secara normal ditemukan pada pria.

Masalah yang sangat mengganggu pada hirsutisme adalah pertumbuhan rambut wajah yang berlebihan.
Read more............. 

Kebotakan (Alopesia)

Kebotakan (alopesia) adalah hilangnya sebagian atau seluruh rambut.

Sejalan dengan pertambahan usia, pada pria dan wanita akan terjadi penurunan kepadatan rambut.
Pria memiliki pola kebotakan khusus yang berhubungan dengan hormon testosteron. Jika seorang pria tidak menghasilkan testosteron (akibat kelainan genetik atau dikebiri), maka dia tidak akan memiliki pola kebotakan tersebut.
Wanita juga memiliki pola kebotakan yang khusus.

Alopesia paling sering terjadi pada kulit kepala, biasanya terjadi secara bertahap dan bisa seluruh kulit kepala kehilangan rambutnya (alopesia totalis) atau hanya berupa bercak-bercak di kulit kepala.
Sekitar 25% pria mulai mengalami kebotakan pada usia 30 tahun dan sekitar duapertiga pria menjadi botak pada usia 60 tahun.

Rata-rata kulit kepala mengandung 100.000 helai rambut dan setiap harinya, rata-rata sebanyak 100 helai rambut hilang dari kepala.
Setiap helai rambut berumur 4,5 tahun, dengan pertumbuhan sekitar 1 cm/bulan. Biasanya pada tahun ke 5 rambut akan rontok dan dalam waktu 6 bulan akan diganti oleh rambut yang baru.
Kebotakan yang diturunkan terjadi akibat kegagalan tubuh untuk membentuk rambut yang baru, bukan karena kehilangan rambut yang berlebihan.

PENYEBAB
Penyebabnya bisa berupa:
# Keturunan
# Penuaan
# Perubahan hormon
# Demam
# Keadaan kulit lokal
# Penyakit sistemik
# Obat-obat tertentu, misalnya yang digunakan untuk mengobati kanker atau vitamin A yang berlebihan
# Pemakaian sampo dan pengering rambut yang berlebihan
# Stres emosional atau stres fisik
# Perilaku cemas (kebiasaan menarik-narik rambut atau menggaruk-garuk kulit kepala)
# Luka bakar
# Terapi penyinaran
# Tinea kapitis
# Trikotilomania.

GEJALA

Kebotakan pola pria

Kebotakan pola pria adalah suatu pola khusus dari kebotakan pada pria, yang disebabkan oleh perubahan hormon dan faktor keturunan.

Read more ............  
 

Psedofolikulitis Barbae

Pseudofolikulitis Barbae adalah peradangan pada folikel (akar rambut) di daerah tempat tumbuhnya janggut.

Peradangan ini terjadi karena rambut yang keriting/ikal, sehingga ujungnya menusuk kulit.
Keadaan ini paling sering terjadi pada rambut jenggot yang keriting, terutama pada pria berkulit hitam.

PENYEBAB
Bakteri stafilokokus.

GEJALA
Kulit di daerah tempat tumbuhnya janggut tampak memerah, terasa gatal dan ditemukan jerawat atau bisul kecil.

Read more ......
 

Bulu/Rambut Tubuh Berlebihan (Excessive Hairiness)

Perbedaan tiap orang mengenai jumlah rambut tubuh sangat luas variasinya. Usia, kelamin, ras dan etnis asli seseorang, dan faktor keturunan menentukan jumlah rambut tubuh. definisi rambut ‘berlebihan’ adalah subyektif. Pada beberapa budaya, laki-laki berbulu dipertimbangkan sebagai maskulin; sebaliknya, keadaan berbulu dijauhkan. Beberapa wanita tidak suka memiliki rambut tubuh manapun, sedangkan yang lain tidak memikirkan hal itu. Jarang, rambut berlebihan ada ketika lahir (karena gangguan menurun) tetapi biasanya terjadi kemudian di dalam kehidupan. Pada wanita dan anak-anak, atau indung telur yang merupakan hasil kelebihan produksi hormon pria. Keadaan ini bisa juga diakibatkan dari penggunaan obat-obatan tertentu, seperti minoxidil, phenytoin, cyclosporine, dan anabolic steroid. Porphyria cutanea tarda, sebuah gangguan kekurangan enzim, juga bisa menyebabkan pertumbuhan rambut yang berlebihan.

DIAGNOSA

Karena beberapa gangguan medis merangsang pertumbuhan rambut yang berlebihan, dokter harus membedakan rambut yang berlebihan yang dihasilkan pada masalah medis yang mendasari dari rambut yang tumbuh yang hanya berhubungan dengan masalah kecantikan.

Seorang dokter pertama kali memeriksa gejala-gejala lain pada androgen yang berlebihan, seperti siklus menstruasi yang tidak teratur, suara yang mendalam, kebotakan, atau fitur sindrom Cushing, seperti muka bulat besar dan bantalan pada lemak di antara bahu. Jika setiap gejala ini ada, dokter melakukan pemeriksaan darah yang bervariasi untuk mengukur kadar pada hormon tertentu.

PENGOBATAN

Obat-obatan kemungkinan menyebabkan rambut berlebihan tidak berlanjut sampai hal ini akan menyebabkan masalah kesehatan. Jika kadar testosteron tinggi dipastikan sebagai penyebab, obat-obatan yang menyumbat efek tersebut, seperti spironolactone, flutamide, atau finasteride, bisa sangat membantu tetapi jarang digunakan.

Read more .............


Rambut yang Tumbuh Ke Dalam

Rambut yang keriting sehingga ujungnya menusuk kulit bisa menyebabkan peradangan (pseudofolliculitis barbae). Hal ini sangat sering terjadi dengan rambut pada janggut yang keriting, khususnya pada pria kulit hitam. Setiap rambut yang bertumbuh ke dalam mengakibatkan jerawat kecil, sedikit menyakitkan dengan rambut kelihatan mengeriting ke titik tumbuh.

DIAGNOSA

Dokter mendiagnosa keadaan tersebut dengan penampilan khasnya. Pengobatan meliputi menyisir keluar setiap ujung rambut yang tumbuh ke dalam pada kulit dengan ujung jarum atau penjepit tajam.

Read more ........

Hirsutisme (Rambut Berlebihan)

Hirsutisme adalah suatu keadaan dimana rambut tumbuh secara berlebihan pada kulit yang biasanya tidak terlalu banyak memiliki rambut.

PENYEBAB
Hirsutisme bisa terjadi baik pada pria maupun wanita.
Penyebab yang biasa ditemukan adalah:
# Genetik (keturunan).
Keadaan ini seringkali diturunkan dalam satu keluarga, terutama pada orang-orang Mediteranian.
# Kelainan sistem endokrin.
- Sindroma polikista indung telur
- Sindroma Cushing
- Hiperplasia adrenal kongenitalis
- Pubertas prekox
# Obat-obatan : minoksidil, steroid androgenik, testosteron.

Penyebab yang jarang:
# Menopause
# Pubertas
# Kehamilan
# Kelenjar adrenal yang hiperaktif
# Karsinoma adrenokortikal
# Tumor atau kanker indung telur
# Obat-obatan : aminoglutetimid, siklosporin, obat yang mengandung androgen atau progestin, glukokortikoid, metoklopramid.

Faktor resiko terjadinya hirsutisme:
- Riwayat hirsutisme dalam keluarga
- Kelainan endokrin
- Pemakaian androgen (steroid androgenik atau testosteron)
- Usia lanjut.

GEJALA
Hirsutisme menyebabkan pembesaran akar rambut, pembesaran dan peningkatan pigmentasi rambut serta pertumbuhan rambut dengan pola penyebaran yang secara normal ditemukan pada pria.

Masalah yang sangat mengganggu pada hirsutisme adalah pertumbuhan rambut wajah yang berlebihan.

Hirsutisme bisa dihubungkan dengan suatu keadaan yang disebut maskulinisasi, dimana:
- suara menjadi lebih berat
- rambut di wajah tumbuh secara berlebihan
- massa otot bertambah
- ukuran payudara mengecil
- ukuran alat kelamin membesar
- siklus menstruasi tidak teratur.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

Mungkin perlu dilakukan pemeriksaan diagnostik berikut:
# Pemeriksaan darah untuk menentukan kadar LH (luteinizing hormone), FSH, prolaktin dan hormon lainnya
# CT scan perut
# USG.

PENGOBATAN
Sebagai penanggulangan sementara bisa dilakukan tindakan berikut:
- pencukuran rambut
- pencabutan rambut
- waxing (menggosok dengan lilin)
- pemakaian bahan kimia untuk merontokkan rambut (depilatori.
Jika rambutnya halus, bisa digunakan pemutih rambut untuk menutupinya.

Tindakan permanen untuk mengangkat rambut adalah dengan merusak akar rambut dan satu-satunya cara yang aman adalah dengan elektrolisis.

Jika penyebabnya adalah menopause, maka perlu dipertimbangkan untuk menjalani terapi sulih hormon.

Jika penyebabnya adalah tumor atau kanker indung telur, mungkin perlu dilakukan tindakan pembedahan atau pengobatan lainnya.

Jika penyebabnya adalah peningkatan kadar androngen, bisa diatasi dengan deksametason dosis rendah, pil KB atau obat-obat anti-androgen.

Jika penyebabnya adalah kelainan endokrin, maka pengobatan terhadap kelainan endokrin yang ditemukan akan dapat mengatasi masalah pertumbuhan rambut yang berlebihan dan gejala lainnya.

KELAINAN RAMBUT MEDIS

Kebotakan (Alopesia)

Kebotakan (alopesia) adalah hilangnya sebagian atau seluruh rambut.

Sejalan dengan pertambahan usia, pada pria dan wanita akan terjadi penurunan kepadatan rambut.
Pria memiliki pola kebotakan khusus yang berhubungan dengan hormon testosteron. Jika seorang pria tidak menghasilkan testosteron (akibat kelainan genetik atau dikebiri), maka dia tidak akan memiliki pola kebotakan tersebut.
Wanita juga memiliki pola kebotakan yang khusus.

Alopesia paling sering terjadi pada kulit kepala, biasanya terjadi secara bertahap dan bisa seluruh kulit kepala kehilangan rambutnya (alopesia totalis) atau hanya berupa bercak-bercak di kulit kepala.
Sekitar 25% pria mulai mengalami kebotakan pada usia 30 tahun dan sekitar duapertiga pria menjadi botak pada usia 60 tahun.

Rata-rata kulit kepala mengandung 100.000 helai rambut dan setiap harinya, rata-rata sebanyak 100 helai rambut hilang dari kepala.
Setiap helai rambut berumur 4,5 tahun, dengan pertumbuhan sekitar 1 cm/bulan. Biasanya pada tahun ke 5 rambut akan rontok dan dalam waktu 6 bulan akan diganti oleh rambut yang baru.
Kebotakan yang diturunkan terjadi akibat kegagalan tubuh untuk membentuk rambut yang baru, bukan karena kehilangan rambut yang berlebihan.

PENYEBAB
Penyebabnya bisa berupa:
# Keturunan
# Penuaan
# Perubahan hormon
# Demam
# Keadaan kulit lokal
# Penyakit sistemik
# Obat-obat tertentu, misalnya yang digunakan untuk mengobati kanker atau vitamin A yang berlebihan
# Pemakaian sampo dan pengering rambut yang berlebihan
# Stres emosional atau stres fisik
# Perilaku cemas (kebiasaan menarik-narik rambut atau menggaruk-garuk kulit kepala)
# Luka bakar
# Terapi penyinaran
# Tinea kapitis
# Trikotilomania.

GEJALA

Kebotakan pola pria

Kebotakan pola pria adalah suatu pola khusus dari kebotakan pada pria, yang disebabkan oleh perubahan hormon dan faktor keturunan.

Kebotakan terjadi karena adanya penciutan akar rambut yang menghasilkan rambut yang lebih pendek dan lebih halus. Hasil akhir dari keadaan ini adalah akar rambut yang sangat kecil, yang tidak memiliki rambut.
Penyebab gagalnya pertumbuhan rambut baru belum sepenuhnya dimengerti, tetapi hal ini berhubungan dengan faktor keturunan dan hormon androgen, terutama dihidrotestosteron yang berasal dari testosteron.

Kebotakan pola pria dimulai pada garis rambut; secara bertahap, garis rambut mundur membentuk huruf M.
Rambut menjadi lebih halus dan tidak tumbuh sepanjang sebelumnya.
Rambut di ubun-ubun juga mulai menipis dan pada akhirnya ujung atas dari garis rambut yang berbentuk M bertemu dengan ubun-ubun yang menipis, membentuk kebotakan yang menyerupai tapal kuda.




Kebotakan pola wanita

Kebotakan pola wanita adalah kehilangan rambut pada wanita akibat perubahan hormon, penuaan dan faktor keturunan.

Kebotakan terjadi karena adanya kegagalan pertumbuhan rambut yang baru. Penyebab dari kegagalan tersebut belum sepenuhnya dimengerti, tetapi diduga berhubungan dengan faktor keturunan, penuaan dan kadar hormon androgen.
Perubahan kadar hormon androgen bisa mempengaruhi pertumbuhan rambut. Setelah menopause, banyak wanita yang merasakan rambutnya menipis, sedangkan rambut wajahnya menjadi lebih kasar.

Pola kebotakan pada wanita berbeda dengan kebotakan pada pria. Rambut di garis rambut (dahi) tetap, sedangkan rambut di bagian kepala lainnya menipis.
Mungkin terdapat kehilangan rambut yang lebih di ubun-ubun, tetapi jarang berkembang menjadi kebotakan total seperti yang terjadi pada pria.

Kebotakan pada wanita juga bisa disebabkan oleh:
- kerontokan rambut yang bersifat sementara (effluvium telogen)
- kerusakan rambut akibat penataan rambut, pengeritingan atau penarikan rambut
- alopesia areata
- obat-obatan
- penyakit kulit tertentu.




Alopesia toksika.

Alopesia toksika atau alopesia karena keracunan bisa terjadi akibat:
# Penyakit berat yang disertai demam tinggi.
# Dosis yang berlebihan dari beberapa obat (terutama talium, vitamin A dan retinoid)
# Obat kanker
# Kelenjar tiroid atau kelenjar hipofisa yang kurang aktif
# Kehamilan.

Kerontokan rambut bisa terjadi selama 3-4 bulan setelah penyakit atau keadaan lainnya.
Biasanya kerontokan bersifat sementara dan rambut akan tumbuh kembali.


Alopesia areata

Alopesia areata adalah suatu keadaan dimana secara tiba-tiba terjadi kerontokan rambut di daerah tertentu, biasanya pada kulit kepala atau janggut.
Pada alopesia universalis terjadi kerontokan pada semua rambut tubuh; sedangkan pada alopesia totalis terjadi kebotakan total pada rambut kepala.

Pola kebotakan yang terjadi adalah khas, yaitu berupa bercak berbentuk bundar.
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi kadang dihubungkan dengan penyakit autoimun.




Trikotilomania

Trikotilomania adalah hilangnya rambut sebagai akibat dari dorongan yang kuat untuk menarik-narik rambut.
Hilangnya rambut bisa membentuk suatu bercak bundar atau tersebar di kulit kepala.

Trikotilomania merupakan suatu perilaku kompulsif, yang mungkin berasal dari adanya stres emosional maupun stres fisik.
Paling sering ditemukan pada anak-anak, tetapi kebiasaan ini bisa menetap sepanjang hidup penderita.


Alopesia karena jaringan parut.

Kebotakan terjadi di daerah jaringan parut.
Jaringan parut mungkin berasal dari luka bakar, cedera berat atau terapi penyinaran.

Penyebab lain dari alopesia karena jaringan parut adalah:
- lupus eritematosus
- liken planus
- infeksi bakteri atau jamur yang bersifat menetap
- sarkoidosis
- tuberkulosis
- kanker kulit.

DIAGNOSA
Menentukan jenis kebotakan secara sederhana hanya melalui pengamatan terkadang sulit, karena itu dilakukan biopsi kulit untuk membantu menegakkan diagnosisnya.
Dengan biopsi bisa diketahui keadaan dari akar rambut sehingga bisa ditentukan penyebab dari kebotakan.

Pola kebotakan pria maupun wanita biasanya didiagnosis berdasarkan pola dan gambaran hilangnya rambut.

PENGOBATAN
Kehilangan rambut karena penyakit, terapi penyinaran atau pemakaian obat, tidak memerlukan pengobatan khusus.
Jika penyakitnya membaik atau jika pengobatan dihentikan, biasanya rambut akan kembali tumbuh.
Selama rambut masih dalam pertumbuhan, penderita bisa menggunakan rambut palsu, topi atau penutup kepala lainnya.

Kebotakan pola pria maupun wanita bersifat menetap. Jika penderita merasa tidak terganggu dengan penampilannya, maka tidak perlu dilakukan pengobatan.

Ada 2 macam obat yang digunakan untuk mengatasi kebotakan pola pria maupun wanita, yaitu minoxidil dan propesia.
Minoxidil dioleskan langsung ke kulit kepala. Obat ini bisa memperlambat kerontokan rambut, tetapi bila pemakaiannya dihentikan, maka kebotakan akan kambuh kembali.
Propesia menghambat pembentukan hormon yang berperan dalam terjadinya kebotakan. Obat ini lebih efektif dibandingkan dengan minoxidil dan tidak menimbulkan efek terhadap kadar testosteron dalam tubuh.

Pencangkokan rambut dilakukan dengan mengangkat sekumpulan kecil rambut dari daerah dimana rambut masih tumbuh dan menempatkannya di daerah yang mengalami kebotakan.
Hal ini bisa menyebabkan terbentuknya jaringan parut di daerah donor dengan resiko infeksi yang rendah.
Prosedur ini mungkin harus dilakukan secara berulang dan biayanya mahal.

Cara lain yang aman dan tidak terlalu mahal untuk mengatasi kebotakan pola pria maupun wanita adalah merubah gaya penyisiran rambut atau menggunakan rambut palsu.

Untuk alopesia areata bisa dilakukan pengobatan berikut:
- corticosteroid topikal (dioleskan langsung ke kulit kepala)
- suntikan steroid subkutan (dibawah kulit)
- terapi sinar ultraviolet
- mengoleskan bahan iritatif ke daerah yang botak untuk merangsang pertumbuhan kembali.

Pada trikotilomania, mencukur kepala bisa mempertahankan rambut, tetapi tidak mengatasi akar permasalahannya.
Orang tua sebaiknya membantu menemukan masalahnya dan ikut terlibat dalam pengobatan.
Dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan psikis.

PENCEGAHAN
Tips berikut ini dapat membantu menjaga kesehatan rambut dan dapat meminimalkan rambut rontok:

   1. Makan makanan yang bergizi seimbang.
   2. Tangani rambut Anda dengan lembut. Bila mungkin, biarkan rambut Anda kering secara alami.
   3. Hindari gaya rambut yang ketat, seperti kepang, disanggul atau ekor kuda.
   4. Hindari memuntir, menggosok atau menarik rambut Anda.
   5. Periksa dengan ahli perawatan rambut tentang gaya rambut atau teknik yang dapat membantu mengurangi efek botak.
   6. Obat minoxidil mendorong pertumbuhan rambut baru dan mencegah kerontokan rambut lebih lanjut pada beberapa orang. Produk pertumbuhan rambut OTC lain tidak terbukti memiliki manfaat.